HETANEWS

PT SBP Tidak Ada Masukkan Material Tanah Urug dari Desa Pertapaan ke Pembangunan Jalan Tol

Lokasi kuari (galian tanah) yang berada di Desa Pertapaan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai. (foto/wh)

Tebingtinggi, hetanews.com - Terkait pemberitaan salah satu media online, yang menuding PT. Sarana Baja Perkasa (SBP), memasukkan material tanah urug dari Desa Pertapaan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang diduga tidak ada mengantongi izin galian tersebut (illegal) untuk penimbunan jalan tol, sangat keliru dan tidak benar (hoax).

Benar, PT SBP salah satu vendor yang memasukkan material tanah urag ke proyek nasional, yaitu, pembangunan jalan tol Tebingtinggi - Pematangsiantar , Tebingtinggi - Indrapura - Kuala Tanjung.

Namun PT SBP tidak pernah memasukkan material tanah urag yang berasal dari Desa Pertapaan, seperti yang diberitakan salah satu media online, tegas Humas PT SBP, Lukas Fery Tarigan, kepada awak media, Rabu (11/9/2019), di Kota Tebingtinggi.

Apalagi disebutkan, ada kesan pembiaran dari pihak Mainkon PT HK kepada para vendor untuk memasukkan material dari quary illegal.

"Saya tegaskan, PT SBP tidak pernah memasukkan material tanah urug illegal ke pembangunan jalan tol Tebingtinggi - Pematangsiantar, Tebingtinggi - Indrapura - Kuala Tanjung ," ujar Tarigan.

Pemberitaan media online tersebut, katanya, tidak mencerminkan UU Pers No 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalis, serta tanpa melakukan konfirmasi ke pihak terkait.

Hal tersebut telah merugikan dan mencemarkan nama baik PT SBP, selaku salah satu vendor yang memasukkan material tanah urug ke pembangunan jalan tol Tebingtinggi - Pematangsiantar, Tebingtinggi - Indrapura - Kuala Tanjung.

"Kita akan buat sanggahan dan bantahan terhadap pemberitaan media online yang tidak akurat tersebut," tutupnya.

Penulis: wh. Editor: gun.