HETANEWS

Tangis Haru Warga Eban Lepas Kepergian Yonif Mekanis 741 yang Akhiri Tugas

Warga Eban, TTU, Nusa Tenggara Timur berurai air mata saat melepas kepergian Satas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN, Minggu (8/9/2019) lalu. (Foto-foto: Dispenad).

Suasana haru mengiringi kepergian pasukan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Sembilan bulan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste, Yonif Mekanis telah menjadi keluarga bagi warga setempat.

Tugas-tugas Yonif Mekanis 741/GN selanjutnya akan diteruskan oleh Yonif 132/BS. Upacara serah terima tugas itu berlangsung pada Minggu (8/9/2019) lalu.

Diawali dengan anggota Makosatgas yang bersalaman dengan seluruh perwira satuan. Ucapan semangat dan selamat bertugas mewarnai acara ini. Dari TTU, Yonif 741 akan kembali ke home base yakni Kodam XI/Udayana.

Usai upacara, seluruh anggota Makosatgas dari Yonif Mekanis 741/GN berjalan menuju persimpangan, kurang lebih 1 Km dari mako sektor barat, dipimpin langsung Danyonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra.

Tangis haru masyarakat Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat mengiringi langkah kaki Satgas Yonif Mekanis 741/GN. Mereka sengaja berkumpul di Makosatgas dan mengiringi sepanjang perjalanan untuk mengantar pasukan TNI AD itu menuju kendaraan yang akan membawa mereka pulang.

”Sebenarnya kami berharap tidak ada tangis, tetapi mungkin inilah bentuk ikatan yang telah kami buat yaitu mereka sebagai keluarga baru kami di sini,” tutur Hendra, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, berakhirnya tugas menjaga perbatasan berarti harus meninggalkan keluarga mereka di wilayah ini. Para warga sekitar, kata dia, selama ini telah membantu Yonif Mekanis 741/GN dalam menjalankan tugas-tugasnya.

”Mereka keluarga kami di sini, selalu ramah menyambut dan saling bertegur sapa. Sekarang saya mewakili jajaran hanya dapat mengatakan sayonara, sampai jumpa di lain kesempatan," kata Hendra.

sumber: inews.id

Editor: sella.