HETANEWS

Alarm Peringatan Serangan Roket Bunyi, Netanyahu Persingkat Kampanye Pemilu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbincang dengan anggota partai setelah menyampaikan pernyataan di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel

AS, hetanews.com - Alarm peringatan serangan roket dari Gaza menyebabkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat kampanye pemilunya di Kota Ashdod, Selasa (10/9/2019).

Rabu (11/9/2019), media KAN 11 menyiarkan rekaman detail keamanan Netanyahu yang berjalan mendekatinya ketika dia berbicara dari podium.

Salah satu dari mereka berbisik di telinganya sebelum sang perdana menteri mengangkat tangan untuk menyudadi pidato, dan bergegas keluar dari gedung.

Militer Israel menyatakan, dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas di Israel selatan. Namun kedua roket ditembak jatuh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.

Suara sirene itu terdengar di Ashdod dan juga di dekat Ashkelon.

Video yang diposting di WhatsApp oleh partai Likud pimpinan Netanyahu menunjukkan, dia kembali ke atas panggung setelah semua beres dan mengatakan bahwa gerakan Islamis Palestina Hamas takut dia memenangkan pemilu yang digelar 17 September.

"Jika (Hamas) menyerang kita di siaran langsung televisi, Anda mengerti bahwa mereka tidak menginginkan kita di sini," katanya, kepada audiens.

Insiden itu terjadi kurang dari tiga jam setelah Netanyahu berjanji mencaplok Lembah Jordan di Tepi Barat yang diduduki jika terpilih kembali dalam pemilu.

Saingan politik Netanyahu, yang juga mantan menteri pertahanan Avigdor Lieberman, berbicara kepada para pendukung partai nasionalisnya Yisrael Beitenu, bahwa Netanyahu telah gagal.

"Acara hari ini membuktikan bahwa kebijakan Netanyahu untuk menyerah pada teror sudah bangkrut," katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook.

Lieberman mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan pada November atas kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang disebutnya "menyerah pada teroris".

sumber: inews.id

Editor: sella.