HETANEWS

Kanit Tipikor Akui Lakukan Penyelidikan Terkait Mangkraknya Tugu Raja Sangnaualuh Damanik

Personel Unit Tipikor Polres Siantar saat melakukan pengecekan dan pengukuran, di lokasi pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik yang mangkrak, di Lapangan H. Adam Malik Siantar, Selasa (10/9/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com – pihak Polres Siantar, melaui Unit Tindak Pidana Kosupsi (Tipikor) Satreskrim, melakukan penyelidikan terkait mangkraknya  tugu Raja Sangnaualuh Damanik, yang dibangun di Lapangan H Adam Malik Siantar.

Personel Tipikor  tersebut, langsung turun ke lokasi pembangunan tugu dan melakukan pengecekan, serta pengukuran.

Kanit Tipikor, Iptu Hendri Bangun saat dihubungi hetanews.com, guna mempertanyakan terkait turunnya petugas Tipikor ke lokasi pembangunan tugu, mengaku memamng lagi melakukan penyelidikan.

"Benar (menyelidiki), cuman tanya saja sama Kasat langsung. Kita tidak bisa memberikan keterangan lagi," ujarnya singkat.

Ketika disinggung penyelidikan terkait pemborosan anggaran negara atas mangkraknya proyek pembangunan tugu itu? Iptu Hendri kembali menyarankan, agar wartawan mengkonfirmasi Kasat Reskrim langsung.

"Tanya sama Kasat Reskrim, kita tidak bisa memberikan keterangan,"pungkasnya.

Sekadar diketahui, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Siantar sudah lama membuat desain tugu Raja Sangnaualuh yang hingga kini belum juga terealisasi. Bahkan, saat ini telah mangkrak.

Alasan lokasi menjadi faktor utama pembangunan tugu tersebut. Bahkan, panitia pembangunan tugu tersebut, sudah ada sejak 2012 lalu.

Namun hal tersebut, terkendala lokasi yang masih menunggu masukan dari pihak Keluarga Raja, dalam hal ini Ihutan Bolon.

Baca juga: Unit Tipidkor Polres Siantar Lakukan Pengukuran Tugu Sang Naualuh

Nama Siantar berasal dari kata antar (di antara) atau pelantar (serambi istana) yang pertama menunjuk lokasi pematang (ibu negeri Siantar), diapit dua aliran sungai Bah Bolon dan palantar yang menunjuk pada pengukuhan jabatan raja Siantar oleh Sultan Aceh, pada abad XV.

Raja Siantar, bermarga Damanik, keturunan Raja Nagur, kerajaan tertua di Sumatera Timur yang memerintah daerah mulai dari tepi pantai Laut Tawar (Danau Toba) hingga Laut Asin (Selat Malaka).

Raja Siantar, pertama melahirkan tuan Sipolha dan kedua dengan Panakboru Silampuyang br Saragih yang menurunkan Raja-raja Siantar, seterusnya sampai Raja Siantar XIV Tuan Sangnaualuh Damanik. Kerajaan Siantar terdiri dari tiga Partuanon Banggal, yaitu, Bandar, Siantar, dan Sidamanik.

Raja Sangnaualuh Damanik XIV, lahir pada tahun 1871, di Istana Raja Siantar di Pamatang, Kelurahan Simalungun (sekarang ini). Ayahnya Raja Mapir Damanik bergelar Raja I Parsiroan Raja Siantar XIII, ibunya Panakboru Gajing br Saragih yang menjadi Puang Bolon Kerajaan Siantar.

Sangnaualuh XIV, dinobatkan menjadi raja pada 1888 setelah ayahnya wafat dan berumur 17 tahun. Ia disebut Sangnaualuh, karena delapan sifatnya yang dicintai rakyatnya. Delapan sifatnya pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati dan membangun.

Raja Sangnaualuh adalah sosok raja yang menghargai kemajemukan tanpa kehilangan identitas daerah aslinya Simalungun, tanah asal marga Damanik, asal leluhurnya terdahulu dalam semangat Habonaran do Bona dan Sapangambei Manoktok Hitei.

Penulis: hza. Editor: gun.