HETANEWS

Unit Tipidkor Polres Siantar Lakukan Pengukuran Tugu Sang Naualuh

Unit Tipidkor turun ke lokasi eks pembangunan Tugu Sang Naualuh di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Selasa (10/9/2019).

Siantar, hetanews.com- Personil Unit Tipidkor Polres Siantar turun ke lokasi bangunan mangkrak Tugu Sang Nauluh di Lapangan H. Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (10/9/2019) siang sekira Pukul 11.30 WIB.

Beberapa orang personil kepolisian dilokasi, mengambil dokumentasi foto dan mengukur bangunan mangkrak diatas tanah yang sudah ditumbuhi semak belukar. Personil kepolisian yang ditemui dilokasi mengaku hanya melakukan cek lokasi. 

Untuk lebih lanjut, mereka menyarankan supaya lebih dikonfirmasi kepada Kanit Tipidkor Polres Pematangsiantar. "Konfirmasi kepada atasan saja," kata salah satu personil kepolisian.

Peletakan batu pertama pembangunan tugu digelar dengan upacara adat, Sabtu 10 November 2018 di Lapangan H. Adam Malik. Turut meletakkan batu, Walikota Hefriansyah, perwakilan Forkompimda, Tokoh Agama dan perwakilan etnis Simalungun serta keturunan Raja Sang Nauluh Damanik.

Pemberhentian tugu secara resmi dinyatakan oleh Sekretaris Daerah [Sekda] Budi Utari, yang mewakili Pemko Pematangsiantar, ketika menerima aspirasi pengunjukrasa dari GAMIS di halaman balaikota Pematangsiantar, Jumat 17 Desember 2018.

Poin  yang disampaikan dalam pemberhentian proyek melalui surat ialah adanya 'potensi bencana sosial' yang bakal terjadi jika pembangunan itu dilanjutkan. Terminologi 'bencana sosial' yang dimaksud kemudian dikritik. Dinilai tak berdasar dan sengaja dibuat-buat. 

Pemberhentian proyek tugu Sang Nauluh ini berimbas pada pemutusan kontrak antara Dinas PUPR dan CV. Askonas Konstruksi Utama selaku pemenang tender proyek.

Kemudian, dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sumut tahun 2018, tentang keuangan Pemko Siantar, dijelaskan bahwa pembangunan Tugu Sang Naualuh di Lapangan Adam Malik yang telah diberhentikan, mengakibatkan pemborosan anggaran.

Hasil audit BPK pada tahun 2018 itu menyebutkan, akibat mangkraknya pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh yang dibangun di Lapangan H. Adam Malik, terjadinya pemborosan anggaran sebesar Rp. 913.829.702,68.

Biaya yang dipakai untuk pembangunan tersebut bersumber dari APBD TA 2018 senilai Rp.1,7 Milyar. Bentuk fisik bangunan berupa pondasi sudah pun berdiri, sekitar 30 persen dari rancangan bangunan.

Penulis: gee. Editor: edo.