HETANEWS

Keberadaan TP4D Membuka Peluang Melakukan Lobi-lobi

Dame Pandiangan, mantan hakim adhock. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Demo beberapa waktu lalu, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, diantaranya meminta agar TP4D dibubarkan, ditanggapi serius oleh Dame Pandiangan SH, pengacara yang juga advokat, Selasa (10/9/2019), di Simalungun.

Dikatakannya, sejak ada Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan & Pembangunan Daerah (TP4D), pihak Kejaksaan yang seyogianya melakukan pendampingan berbagai kegiatan untuk pemerataan pembangunan dan penyerapan anggaran, malah terkesan memperluas ruang gerak untuk melakukan lobi-lobi dan penyalahgunaan wewenang.       

"Idealnya tugas TP4D menjadi penuntun penyedia barang dan jasa agar tidak menyimpang dari tata kelola keuangan negara. Tetapi kenyataan, ada indikasi jaksa menjadi pembagi proyek atau membekingi sejumlah pekerjaan, sehingga harapan pembentukan TP4D tidak tercapai tujuannya,"kata Dame kepada wartawan.  

Pemerintah membuat nota kesepakatan bersama kejaksaan agar pembangunan merata. Tapi faktanya, tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam nota kesepahaman tersebut, tambah mantan hakim adhock ini.       

Hal ini terbukti dengan banyaknya pekerjaan yang tidak sesuai bestek, dan dibiarkan kejaksaan. Banyaknya laporan diabaikan, bahkan pemborong atau instansi terkait merasa kebal hukum karena didampingi TP4D. Kesannya keberadaan TP4D memberi validitas adanya penyimpangan, ungkapnya.       

Jadi, keberadaan TP4D perlu dicermati, dengan adanya pendampingan memberi kesan pekerjaan tersebut sudah benar dan tidak ada yang melanggar hukum. Pekerjaan seharusnya bertahan minimal 5 tahun, faktanya baru dikerjakan sudah hancur. Tapi dibiarkan dan tidak ada teguran dari TP4D.

Sebaiknya pemerintah meninjau ulang MoU tersebut. Seperti Kejaksaan Negeri Simalungun, jika harus mendampingi ribuan proyek dari berbagai dinas dan juga berapa Nagori dengan keterbatasan SDM. Jadi gak masuk akal bisa mengawasi seluruh pekerjaan, ungkap Dame, didampingi Reinhard Sinaga.

Penulis: ay. Editor: gun.