HETANEWS

Saksi Kecewa karena Disalahkan Hakim Kasus Penebangan Kayu

Para saksi di depan majelis hakim saat melihat barang bukti, dan terdakwa (crop). (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com – Sebanyak 6 saksi merasa keberatan dan kecewa, karena pernyataan hakim yang cenderung, menyalahkan para saksi. Sehingga 2 saksi, tampak memberikan keterangan dengan suara yang cukup keras.

"Kami tidak tahu pak, kami serahkan 10 orang ke kantor polisi, kami sudah menangkap pencuri, kok jadi kami yang disalahkan,"kata saksi.

"Karena si terdakwa ini sudah sering mengambil kayu, sehingga sering terjadi banjir, di kampung kami,"katanya lagi.

Disidang Senin (9/9/2019) siang itu, hakim mempertanyakan tentang Jo 55, yang artinya perbuatan dilakukan lebih dari 1 orang atau secara bersama-sama, tapi hanya terdakwa Sardol Siadari (52), yang diadili.

Terdakwa Sardol Siadari, warga Dusun I Bukit II, Huta Urung, Kecamatan Jorlang Hataran ini, didakwa melakukan perambahan hutan.

Jaksa Firmansyah, menjeratnya dengan Pasal 12 huruf c Jo pasal 82 (1) huruf c UU RI No.18/2003 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Warga mengamankan terdakwa, bersama 9 pekerjanya yang telah memotong 13 kayu hutan jenis dori/rimba campuran (komersil 2). Sebelumnya, terdakwa sudah menghubungi Budi Saragih (DPO) yang diketahui sebagai tukang beli kayu kampung.

Selain menjual kayu kampung, diketahui, jika kayu hutan yang dipotong terdakwa, merupakan kayu komersil, dengan kewajiban PNBP untuk kayu bulat besar (KBB), sebagimana keterangan Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah II Pematangsiantar, Sumatera Utara.

"Kami bukan menyalahkan para saksi, sebaiknya karena untuk kepentingan warga dipertanyakan ke polisi. Kemana yang lain, yang diserahkan ke polisi saat penangkapan, kenapa hanya terdakwa saja,"jelas hakim.

Para saksi pun akhirnya memahami pernyataan hakim. Untuk menghadirkan saksi ahli, jaksa Firmansyah SH, meminta agar sidang ditunda seminggu.

Sidang dipimpin hakim, Roziyanti SH, didampingi hakim anggota, Aries Ginting SH dan Hendrawan Nainggolan SH, ditunda hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.