HETANEWS

Mitra Gojek Siantar Desak Pemerintah Memproses Hukum Syamsul Bahri

Konvoy Gojek- Pematangsiantar di Balaikota Siantar, Senin (9/9/2019).

Siantar, hetanews.com - Mitra driver Gojek Pematangsiantar kembali berunjukrasa. Kali ini ratusan driver menuntut pemerintah untuk memproses  hukum oknum pengusaha taxi asal Malaysia yang dianggap telah merendahkan martabat para driver Gojek.

Ratusan pengunjukrasa ini menyampaikan aspirasi mereka ke Balaikota Pematangsiantar. Mereka menilai Pemko Pematangsiantar dapat menindaklanjuti tuntutan mereka ke pemerintah pusat. 

"Sebagai warga negara Indonesia, khusunya kami yang berprofesi driver, jiwa merah-putih kami tergerak bangkit atau melawan," kata juru bicara pengunjuk rasa, Rafi Sidabutar, Senin (9/9/2019) di Balaikota, Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar.

Dia mengatakan, para driver yang berunjukrasa itu tidak terima atas ucapan oknum pengusaha taxi asal Malaysia bernama, Syamsul Bahri Ismail. Pria asal malaysia itu dianggap telah merendahkan profesi Gojek khususnya mitra driver.

"Kata-katanya yang viral itu, bilang driver Gojek itu miskin. Dan yang paling menyinggung kami, itu sudah menghina bangsa. Dan itu yang mendasari kami yang utama," tegasnya.

Mereka pun meminta pemerintah memproses secara hukum oknum pengusaha Big Blue Taxi itu supaya menimbulkan efek jera. "Kami tidak terima, dan kami mohon kepada pemerintah Indonesia, untuk mendesak pemerintah Malaysia supaya diproses secara hukum Syamsul Bahri Ismail," katanya.

Aksi unjuk ini diterima oleh Staff Ahli Pembangunan Pemko Siantar, Daniel Siregar dan Kabag Humas Pemko Pematangsiantar, Hammam Sholeh. Setelah menyampaikan aspirasinya, ratusan mitra driver Gojek dan Grab di Kota Pematangsiantar ini melakukan convoy.

Baca juga: Sebut Indonesia Miskin, Bos Taksi Malaysia Jilat Ludah Sendiri

Baca juga: Orderan Gojek Sepi, Anggota Dewan Siantar Mau Jadi Fasilitator

Penulis: gee. Editor: edo.