HETANEWS

Pemalak yang Tewaskan Santri di Cirebon Baru 1 Bulan Keluar Penjara

Lokasi Rozien saat dipalak dan ditusuk oleh kedua pelaku di Cirebon. (Foto: dok. Istimewa)

Cirebon, hetanews.com - Muhammad Rozien (17), santri Ponpes Husnul Khotimah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tewas ditikam pria berinisial YS dan RM. Rozien tewas saat menunggu ibunya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jabar.

YS dan RM tega menikam Rozien menggunakan sebilah pisau. Pelaku berniat menggasak barang-barang Rozien. Namun Rozien menolak hingga akhirnya ditikam dan tewas saat mendapatkan penanganan di RSUD Gunung Jati, Cirebon.

Dari hasil pemeriksaan polisi, YS merupakan pelaku utama kasus pembunuhan Rozien. YS berperan mengeksekusi Rozien, sedangkan RM berperan sebagai joki.

Wakapolresta Cirebon Kompol Marwan Fajrin mengatakan YS tercatat sebagai residivis kasus yang sama, yakni pemerasan dengan kekerasan. Sebulan setelah keluar dari lapas, YS beraksi dan Rozien menjadi korbannya.

"Pelaku inisial YS ini residivis, kasus yang sama. Tapi waktu itu tidak terjadi penganiayaan terhadap korbannya," kata Marwan, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Viral Pemalak di Pasar Tanah Abang, Ini Respons Anies

Lebih lanjut, Marwan mengatakan, YS sempat dipenjara selama dua tahun. "Ya katanya baru sebulan keluar dari penjara," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi membekuk YS dan RM sehari setelah kematian Rozien. Polisi terpaksa menembak kedua pelaku di bagian kakinya lantaran sempat melawan saat diamankan.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 dan 368 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan/atau pemerasan dengan ancaman kekerasan masing-masing hukumannya 9 tahun penjara. Kemudian, pelaku dijerat juga dengan Pasal 338 dan 351 KUHPidana tentang pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, masing-masing hukumannya 15 dan tujuh tahun penjara.


 

sumber: detik.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.