HETANEWS

Gempa Bumi Magnitudo 5,4 Guncang Raja Ampat Papua Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa bumi.

Papua, hetanews.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (7/9/2019), pukul 04.14 WIB. Gempa bumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikas (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, dari hasis analisis BMKG, kekuatan gempa bumi diperbaharui dari M5,4 menjadi M5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,15 Lintang Selatan (LS) dan 130,62 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat.

“Gempa berjarak 35 kilometer dari arah Barat Laut Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dengan kedalaman 10 km,” kata Rahmat Triyono dalam keterangan pers, Sabtu (7/9/2019) pagi.

Rahmat menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme penyesaran normal (normal fault),” ujar Rahmat.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Raja Ampat dalam skala intensitas II-III MMI, atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Sementara di Sorong dirasakan dalam skala intensitas I-II MMI. Ini artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Rahmat mengatakan, hingga pukul 05.00 WIB tadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Rahmat.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” katanya.

sumber: inews.com

Editor: sella.