HETANEWS

Polda Sumut Diminta Turun Atasi Galian C di Siantar

Aktivitas tambang di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar. Foto: ist

Siantar, hetanews.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto diminta turun gunung mengatasi dugaan tambang ilegal/ galian c di Kelurahan Tanjung Pinggir - Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar. Permintaan ini disampaikan praktisi hukum, Dame Jonggi Gultom, SH kepada hetanews.

Dame menyampaikan masih adanya upaya diduga dilakukan oleh segelintir orang dengan menyalahi aturan dalam hal pengerukan sumber daya alam di daerah tersebut. Hal itu pun menurutnya perlu mendapat perhatian dari Polda Sumut.

"Kita berharap ada desakan agar galian-galian atau pengerukan yang semacam galian C ini agar segera semua dihentikan oleh pihak kepolisian tingkat Polda," sebutnya, Jumat, 6 September 2019.

Jonggi sepakat kasus semacam ini ikut campur tangan aparat Polda Sumut, sebab penanganannya lebih ‘memuaskan’ publik. Menurut ia aparat Polres setempat agar mendapat pendampingan terhadap kasus yang lagi marak di perbincangkan di tengah-tengah masyarakat.

“Bicara kerusakan lingkungan dan meresahkan masyarakat itu sudah pasti berdampak akibat galian c ini. Bisa saja dengan turutnya Polda, aparat polres setempat dapat lebih yakin melakukan penegakan,” ujarnya.

Alasan yang disampaikannya berkaitan dengan penggerebekan aparat Polda terhadap galian c ilegal di daerah tersebut, beberapa waktu lalu. Kasus ini telah dilimpahkan (Tahap 2) ke Kejari Siantar pada Agustus 2019 kemarin.

Alasan lain dikemukakannya mengenai dua lokasi tambang dimaksud disebutnya masih berstatus stanvas atau lahan dalam penguasaan negara sehingga perlu benar-benar dijaga. Dia juga menyinggung tentang peraturan tata ruang yang melarang penambangan.

"Sesuai dengan ruang tata Kota Pematangsiantar bahwa tidak diperbolehkan lagi melakukan tindakan-tindakan galian C atau pengerukan. Dimana disini tidak memiliki lagi lahan untuk dijadikan sebagai perumahan yang dimana kondisi Kota Siantar itu memiliki kawasan-kawasan hijau dan pertanian. Maka dari itu, kita sangat mendukung Kapolda Sumut dan jajaran mau turun secara langsung untuk mengkaji untuk mengenai hal itu," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: bt.
Komentar 2
  • VALenT. F.PARDEDE, SH, M.Hum.
    Sekalian tanyakan dulu sama pak Kapolda mengenai kasus bulan 3 tertangkap Polda Sumut milik LD,suda sampai dimana perkembangan nya'kenapa barbuk alat berat dan mobil bole bekerja disiantar, diperbantukan ya tom,
  • VALenT. F.PARDEDE, SH, M.Hum.
    Minggu kemarin ada penangkapan polres Pematangsiantar galian c / mengeruk tanah negara' tanpa ijin kenapa tidak dipublikasikan, barbuk excavator dan dumtruk,apa perlu saya sendiri yang beritakan kasus itu.jangan hanya maju tak gentar membela yang bayar dong,ces,