HETANEWS

Pengakuan Mengejutkan 3 Pemerkosa dan Pembunuh Sadis Gadis Suku Badui

Ketiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan gadis Badui dihadirkan saat pemaparan kasus di Mapolda Banten, Serang, Kamis (5/9/2019).

Banten, hetanews.com - Tiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan S (13), gadis suku Badui, asal Kampung Karakal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, telah ditangkap tim Resmob Polda Banten. Pengakuan pelaku mengenai detik-detik kejadian sadis pada Jumat (30/9/2019) itu mengejutkan.

Salah satu pelaku, SW, mengaku, dia dan dua temannya tega memerkosa korban lantaran korban sering diketahui sendirian di gubuk itu. Kondisi itu mendorong ketiga pelaku berencana memperkosa korban.

Sebelum kejadian yang menggemparkan warga tersebut,ketiga pelaku mendatangi korban yang sendirian di gubuknya di Kampung Cisimeut Raya, Desa Cisimeut, Jumat (30/9/2019). Mereka lalu mengajak korban warga Badui luar tersebut mengobrol.

Para pelaku awalnya berpura-pura menanyakan tentang golok yang ada di gubuk tempat tinggal korban dan keluarganya, apakah itu dibikin sendiri atau dibeli. Korban tidak curiga kepada ketiga pelaku yang sudah berniat buruk, meladeni pertanyaan pelaku.

Baca juga: Pembunuhan Gadis Badui, Anjing Pelacak Endus Jejak Pelaku di Hutan

“Saya nanya, di sini biasanya golok itu dibikin sendiri apa beli? Dia jawab, beli, nggak pernah bikin. Oh kirain bikin, saya mau nanya-nanya aja,” kata pelaku menirukan perbincangan antara dirinya dengan korban saat ditanya wartawan di Mapolda Banten, Kamis (5/9/2019).

Bahkan saat salah satu pelaku meminjam golok milik ayah korban, korban yang polos memberikannya begitu saja. “Coba lihat goloknya, boleh enggak? Boleh, katanya,” ujar pelaku.

Korban lalu meminta kembali golok ayahnya yang dipinjam pelaku. Namun, pelaku SW menolak mengembalikan. Dia malah menodongkan golok itu ke leher korban.

“Sempat diminta lagi golok itu, enggak saya kasihin, setelah itu saya todongin ke lehernya,” ujarnya.

Setelah itu, ketiga pelaku mengikat korban dan dengan keji memerkosanya. Korban terus berusaha melakukan perlawanan. Perlawanan korban membuat ketiga pelaku panik sehingga mulai membacok korban dengan golok. Bahkan, salah satu lengan korban nyaris putus. Setelah memastikan korban tewas, ketiga pelaku kabur.

“Di situ, diikat tangannya sama itunya semuanya di situ, kami bunuh. Kalau jumlah ayunan bacok saya kurang tahu, pokoknya sampai hampir patah tangannya dia. Saya bacok tangan, pipi, dan leher. Teman saya enggak bagian membacok, dua-duanya memerkosa, saya yang membacok.

“Kami membunuh korban motifnya karena gugup, dia teriak-teriak, kami takut ketahuan,” ujar SW.

Korban ditemukan pada pukul 16.00 WIB oleh kakak korban. Saat itu, korban baru saja akan pulang ke rumah di kawasan Karakal yang berjarak 10 kilometer dari saung tempat ditemukannya jasad korban.

Tim Resmob Polda Banten akhirnya berhasil menangkap ketiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan S (13), di wilayah Ogan Komiring Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan dan Bogor. Saat ini, ketiganya masih diperiksa intensif.

“Sudah tertangkap tiga orang pelakunya,” ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi ketika dikonfirmasi iNews.id melalui pesan singkat, Kamis (5/9/2019).

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kampung Cisimeut Raya, Desa Cisimeut, Kabupaten Lebak, Banten digemparkan dengan penemuan jasad remaja putri berinisial S (13), Jumat (30/9/2019). Warga Badui luar tersebut diduga diperkosa sebelum dibunuh.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi telentang di sebuah saung. Jasadnya tak mengenakan busana dari pinggang ke bawah. Sementara bagian wajah korban bersimbah darah.

sumber: inews.id 

Editor: sella.