Siantar, hetanews.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumut), akhirnya menunda pelepas liaran Tapir yang sebelumnya nyasar masuk ke dalam perkebunan, di Asahan.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudita, yang dihubungi hetanews.com, Rabu (4/9/2019), menyampaikan, saat ini, Tapir tidak jadi dilepas liarkan ke habitatnya lantaran sedang mengandung (hamil).

"Hasil dari pemeriksaan Dokter Hewan, Tapir sedang hamil sekitar tiga sampai empat bulanan. Selama hamil, Tapir dititipkan dan dirawat di Taman Hewan Pematangsiantar (THPS),"ucap Seno, ketika dihubungi.

Sekedar diketahui, biasanya Tapir mengandung selama 400 hari.

"Menunggu perkembangan kondisi Tapir tersebut, baru dilepas. Saat ini masih dititipkan dan dirawat di Taman Hewan Pematangsiantar," ujar Seno kembali.

Diberitakan sebelumnya, seekor hewan langka, Tapir memasuki areal Perkebunan PTPN III, di Desa Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut)  dan terperosok di dalam kubangan.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudita kepada Hetanews.com, Senin (19/8/2019) lalu, mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi pasca adanya laporan.

Lanjut Seno Pramudita, dengan keterbatasan petugas, pihaknya berkoordinasi dengan Taman Hewan Pematangsiantar. Akhirnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) berhasil mengevakuasi Tapir dan membawanya ke Taman Hewas Pematangsiantar untuk diperiksa.

"Tapir yang kita evakuasi ke Taman Hewan Pematangsiantar untuk pemulihan. Tapir berjenis kelamin betina dengan umur 7 tahun. Setelah pemulihan, baru kita lepas liarkan kembali ke habitatnya," kata Seno lagi.

"Perkiraan kita. Dalam minggu ini sudah bisa kita lepas liarkan kembali kembali ke habitatnya," jelasnya.

Ketika disinggung, apakah kondisi Tapir hamil atau pernah beranak dengan usia 7 tahun? Seno Pramudita menyampaikan, Tapir tersebut masih muda.

"Masih termasuk Tapir muda. Jadi belum hamil atau beranak," pungkasnya.