HETANEWS

RS Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap MS, Berikut Isi Klarifikasinya

Korban penganiayaan, MS.

Tobasa, hetanews.com – RS yang memiliki nama lengkap Roy Robinhot Sirait, menyampaikan klarifikasi, terkait kasus penganiayaan yang dialami seorang lansia, berinisial MS (74), pada 28 Juli 2019, lalu, di Ajibata, Kabupaten Tobasa.

Pada pemberitaan yang telah beberapa kali tayang itu, nama RS disebut – sebut ikut menganiaya MS dan hal itu pun langsung dibantahnya, melalui keterangan tertulis yang dikirim melalui email redaksi hetanews.com, Rabu (4/9/2019).

Berikut isi klarifikasi maupun hak jawab yang disampaikan   Roy Robinhot Sirait:

Dengan hormat,

Sehubungan dengan pemberitaan-pemberitaan yang telah saudara muat tanpa konfirmasi/wawancara dengan saya. Untuk itu saya sampaikan KLARIFIKASI sekaligus sebagai HAK JAWAB atas pemberitaan tersebut sebagai berikut:

1).Bahwa dalam pemberitaan tersebut memuat isi dan tujuan yang sama, maka kami memberikan hak jawab yang sama secara bersamaan.

2).Bahwa dalam berita disebutkan pelaku penganiayaan terhadap kakek lansia berinisial MS dilakukan oleh RS, HS, dan CS. Disebutkan pula bahwa RS salah seorang pelaku adalah mantan anggota DPRD Tobasamosir.

Klarifikasi:

1.Saya yang bernama Roy Robinhot Sirait adalah benar mantan/bekas anggota DPRD Tobasamosir namun dengan tegas membantah telah melakukan penganiayaan sebagaimana diberitakan.

2.Benar bahwa saya sebagai terlapor di Kepolisian Sektor Lumbanjulu Tobasamosir. Dan sebagai warga negara yang baik, saya menghadapi persoalan hukum tersebut.

3.Benar bahwa saya ada di tempat kejadian, tetapi keberadaan saya adalah bertujuan untuk melindungi ibu kandung saya tanpa melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap siapapun juga.

4.Bahwa saya melindungi ibu kandung saya dari perbuatan yang menyerang martabat orang tua saya dan keluarga besar saya. Perlu saya sampaikan bahwa perbuatan tersebut telah kami laporkan ke polisi di Polres Tobasa.

Baca juga: Keluarga dari Lansia Korban Penganiayaan akan Mengadu ke Kapolri

5.Namun pemberitaan yang saudara muat di media saudara sama sekali tidak mengedepankan prinsip atau azas hukum yaitu azas praduga tidak bersalah karena telah memposisikan saya sebagai orang yang bersalah.

Demikian klarifikasi ini saya sampaikan sebagai hak jawab untuk dapat dimuat dalam berita sebagaimana ketententuan UU Nomor 40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber.

Hormat saya,

ttd.

Roy Robinhhot Sirait

Penulis: stm. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.