Simalungun, hetanews.com - Jaksa Dedi Chandra Sihombing SH, menuntut hukuman 18 tahun penjara, terhadap terdakwa  Ari Syahputra als Putra als Gelleng (22), di PN Simalungun, Rabu (4/9/2019).

Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban Novita Dewi.          

Menurut jaksa penuntut umum (JPU), warga Huta I Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar ini, telah terbukti bersalah melanggar pasal 338 dan pasal 289 Jo 65 KUH Pidana.

Didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa mohon kepada hakim, agar hukumannya diringankan, dengan alasan menyesal dan  berjanji tidak akan mengulangi lagi.         

Gelleng, sebelumnya sudah pernah dihukum (residivis) dalam perkara pencurian dengan pemberatan.

Sesuai fakta yang terungkap dipersidangan, terdakwa nekat menghabisi korban, karena  tidak mau disetubuhi. 

Pembunuhan itu, dilakukan terdakwa, pada Rabu, 22 Mei 2019, lalu.         

Sebelumnya, terdakwa mengajak korban "asmara subuh" dan bertemu di depan Rumah Makan Burung Goreng, usai sahur.

Korban yang sudah menunggu, dibonceng naik motor Honda Beat BK 2904 TBC. Terdakwa membawa korban ke ladang ubi milik Pak Karim, di Huta II Silinduk, Kecamatan Dolok Batunanggar.          

Saat membonceng korbannya, terdakwa sudah berniat memperkosa korban. Korban menolak ketika terdakwa memegang dadanya dan minta diantar pulang. Terdakwa marah dan langsung memiting leher korban, dengan lengannya sebanyak 2 kali yang menyebabkan korban meninggal.            

Setelah korban meninggal, terdakwa menyetubuhinya dengan  membuka pakaian korban. Usai melampiaskan nafsunya, mayat korban ditinggalkan. Terdakwa ditangkap 3 hari kemudian.           

Untuk putusan, sidang dipimpin, hakim Roziyanti SH, ditunda seminggu. "Untuk putusan sidang ditunda Minggu depan,"kata hakim sambil mengetuk palu.