HETANEWS

Pasca Kericuhan Pelantikan 30 Anggota DPRD Siantar, AMSS dan Kapolres Jalin Silaturahmi

Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu bersama Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS) saat berfoto bersama, Selasa (3/9/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Pasca unjuk  rasa yang berlangsung ricuh, saat berlangsung pelantikan 30 Anggota DPRD Siantar terpilih, pada Senin (2/9/2019) siang, perwakilan Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS) dan Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu beserta personel yang terlibat langsung saat pengamanan, tampak bertemu dan saling berbagi informasi, Selasa (3/9/2019).

Kapolres Siantar, juga menerima kunjungan pengurus GMKI Siantar-Simalungun, yang masuk kelompok Cipayung.

Kedatangan para kader GMKI tersebut, untuk meningkatkan hubungan lebih baik, dengan pihak Polres Siantar. Selain itu, mahasiswa memastikan, bahwa demo yang berakhir ricuh kemarin adalah emosi spontanitas.

"Saya mengapresiasi rekan mahasiswa dalam menyampaikan orasinya yang berjalan dengan baik. Walaupun ada gesekan - gesekan yang tidak terlalu siknifikan. Kemudian ada bahasa tidak beradab. Itu menunjukkan untuk kedepan, kepolisian dan adik-adik mahasiswa saat melaksanakan aksi demo agar tetap saling kordinasi,"ucap Kapolres.

Sambung Kapolres lagi, pihaknya tetap konsiten dalam mengamankan dan tetap menjaga solidaritas dan bersabar.

Sekalipun dalam menghadapin demonstran, ada sedikit hal yang tak diinginkan atau di luar SOP dan kedepan berusaha agar lebih baik lagi untuk tetap menjaga kenyamanan, katanya.

Baca juga: Enam Mahasiswa Diamankan Polisi saat Demo di DPRD Siantar

Sementara itu, Gading Simangunsong, selaku kordinator aksi AMSS, bersama enam orang temannya dari GMKI mengatakan, bahwa terkait aksi demo kemarin, terjadi kontak fisik adalah hal yang biasa dan dimana saja bisa terjadi.

"Siapapun bisa langsung tersulut emosinya, dimana pun dan kapan pun. Tak perlu ditangapin serius. Semua itu, kami klarifikasi, bahwa tindakan Polri tersebut, pada dasarnya berniat baik. Kami saling kordinasi dan bermitra dengan tujuan kedepan lebih baik lagi,"ucap Gading.

Diberitakan sebelumnya, 30 orang anggota DPRD Siantar, periode 2019-2024 dilantik, pada Senin (2/9/2019), di Gedung Harunguan, Jalan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat.

Hanya saja, di sela pelantikan, massa AMSS mengelar unjuk rasa, hingga terjadi kericuhan antara polisi dan mahasiswa yang berunjuk rasa.

Saat unjuk rasa, Gading Simangungsong dan rekannya, hanya ingin menyampaikan pesan kepada anggota DPRD terpilih, agar menjalankan tugas pokok dan fungsi legislatif dengan baik.

Penulis: hza. Editor: gun.