HETANEWS

Anggota DPRD Padangsidimpuan Diamankan di Bandara karena Bawa Alat Isap Sabu

Padangsidimpuan, hetanews.com - Seorang oknum anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang baru dilantik bulan lalu diamankan oleh petugas keamanan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (3/9/2019). FH (23) diamankan petugas Bandara Kualanamu karena kedapatan membawa bong atau alat isap sabu-sabu.

FH diamankan saat berada di area Security Check Point (SCP) Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu sekitar pukul 08.15 WIB. Anggota Fraksi Hanura DPRD Padangsidimpuan ini merupakan calon penumpang pesawat Wings Air IW 1216 tujuan Padangsidimpuan.

“Benar, tadi pagi ada kami amankan seorang pria diduga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan terkait kasus narkoba,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Manager of Branch Communication and Legal Bandara Kualanamu, Paulina HA Simbolon.

Dari informasi yang diperoleh, petugas mulai mencurigai FH saat melewati pos pemeriksaan, dia tampak grogi dan tangannya gemetar. Saat ditanyai petugas bandara, FH mengaku baru pulang dugem dari tempat hiburan malam di Medan.

Petugas pun selanjutnya memeriksa koper yang dibawanya. Hasilnya di dalam koper ditemukan dompet berisi dua set alat isap sabu atau bong dan tiga mancis. “Tidak ada sabu-sabu, hanya alat isapnya,” kata Paulina.

Setelah diamankan petugas, FH diserahkan ke Polda Sumut. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Hendri Marpaung mengatakan, FH saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut.

“Lagi dalam pemeriksaan dan pengembangan. Katanya oknum (anggota DPRD Padangsidimpuan). Tapi secara legal belum kami cek,” kata Kombes Hendri Marpaung saat dihubungi.

Hendri menegaskan tidak menemukan barang bukti narkoba pada FH. Selain itu, FH telah menjalani tes urine. “Tes urine sudah, tapi belum secara laboratorium. Dia positif menggunkan narkoba, tapi barang buktinya tidak ditemukan,” katanya.

Dia mengatakan, dari penanganan kasus FH, Polda Jatim kemungkinan akan mekomendasikannya untuk direhabilitasi. ”Paling rekomendasi kami direhabilitasi karena tidak ada barang bukti yang akan dipersidangkan,” ujar Hendri.

sumber: inews.id

Editor: sella.