HETANEWS

Vonis Kurir Sabu Ini Naik Jadi 10 Tahun Setelah Banding

Para terdakwa, termasuk Hartono saat disidangkan di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pengadilan Tinggi Medan, menjatuhkan pidana lebih berat kepada Hartono (38), warga jalan Cempaka Siantar, jadi 10 tahun, denda Rp.1 milyar, subsider 3 bulan penjara. Sebelumnya, terdakwa Hartono, divonis 5 tahun oleh hakim PN Simalungun.

Tapi Hartono, tidak terima dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, hingga akhirnya divonis naik dari putusan sebelumnya. Atas vonis di tingkat banding, terdakwa mengajukan kasasi.

Demikian dikatakan jaksa Barry Sugiharto SH, yang menangani perkara tersebut, ketika ditanya wartawan, pada Selasa (3/9/2019), di ruang kerjanya. "Atas kasasi terdakwa tersebut, jaksa juga mengajukan kasasi,"jelas Barry.

Sebelumnya, terdakwa Hartono, dituntut 7 tahun oleh jaksa dan divonis 5 tahun oleh hakim. Terdakwa Hartono, dihukum bersama 3 temannya, Rudi Gultom (divonis 8 tahun),   Edy Restu Tito Damanik als Kirun dan Rusli (masing-masing divonis 5 tahun).

Ketiganya menerima putusan hakim dan tidak mengajukan banding. Terdakwa dan temannya, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 (1) UU RI No 35/2009.         

Tertangkapnya ke-4 terdakwa, setelah anggota Satnarkoba Polres Simalungun, berhasil menangkap Rusli, di rumahnya. Dengan barang bukti, 3 paket ganja dan sepaket sabu, seharga Rp.500 ribu dari dalam kotak rokok sampoerna kecil.         

Berdasarkan pengakuan Rusli, 3 bungkus ganja dibeli dari Roji (DPO) seharga Rp.20 ribu. Sedangkan sabu dibeli dari Kirun, seharga Rp.500 ribu. Petugaspun membawa Rusli mencari Kirun.         

Kirun ditangkap bersama Hartono, di Simpang Rami, jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, dengan barang bukti 0,38 sabu.

Kirun membenarkan ada menjual sabu kepada Rusli. Sabu tersebut dibeli dari Rudi Gultom melalui Hartono, di dekat jembatan jalan Handayani Siantar.

Polres Simalungun berhasil menangkap Rudi Gultom, di rumah Juita br Gultom, Kecamatan Siantar Sitalasari. Barang bukti yang disita dari Rudi, sebanyak 8,78 gram sabu, uang Rp.485 ribu, timbangan digital, dan Hp Samsung lipat warna putih.         

Sabu sebanyak itu, diakui dibeli dari Edy Rahmat (DPO) seharga Rp.8.500.000 sebanyak 10 gram. Terdakwa Rudi juga membenarkan, ada menjual sabu kepada Kirun dan Hartono yang mengambilnya.          

Penulis: ay. Editor: gun.