HETANEWS

Viral Video Perempuan Siksa Anak Anjing, Matanya Disunduti Rokok, Diburu Netizen Berhadiah 10 Juta

Viral seorang perempuan melakukan kekerasan pada anak anjing. (facebook/ellen siburia)

Jakarta, hetanews.com - Kekerasan terhadap binatang kerap terjadi. Bahkan, foto-foto dan videonya banyak tersebar di media sosial. Parahnya, mereka yang melakukan hal keji tersebut merasa tidak bersalah.

Tapi seolah bangga dengan perbuatannya. Netizen pun memberikan komentar-komentar sumpah serapah dan kutukan.

Berharap sang pelaku kekerasan terhadap binatang tersebut mendapat ganjaran setimpal.

Seperti halnya video viral ini. Seorang wanita melakukan hal keji pada anjing.

Mulut anak anjing diikatnya. Lalu wanita berkaos hitam dan bercelana pendek itu memegang leher anjing.

Diangkatnya ke atas dengan tangan kirinya sembari menyunduti bara rokok ke matanya. Anak anjing berwarna hitam putih itu meraung menahan kesakitan.

Perbuatan keji si perempuan ini ramai dibagikan netizen. Salah satunya akun Desy Marlina.

"Hadiah 10 juta dari donatur bagi yang memberi tahu identitas wanita ini...."

Demikian keterangan video yang diunggah akun Desy Marlina pada Jumat (30/8/2019).

Postingan akun Desy Marlina ini pun turut ramai dibagikan netizen khususnya dari kalangan 'dog lovers'. Hingga saat ini, sudah ditanggapi seribuan kali netizen dengan bermacam komentar hujatan pada pelaku.

Berikut tanggapan netizen:

"Saya mau ikut nyudut matanya pake rokok juga nihh... Kalo ktm disolo tolong info saya," tulis Wuri Damayanti.

"Anjing jauh kbh baik hati nya,kok manusia ini sangat biadap sekali. andai ak bs ketemu orang ini,ak mau sunut balik muka nya pake barah," tulis Ponny Rachman.

"Mulyani Gimana caranya harus bisa diketemukan buk perempuan biadab ini, coba ganti dia yg di sundut pakai nyala rokok mukanya," tulis Dyah Lestari Arie.

"Waduh sungguh keterlaluan sekalipun binatang tapi binatang juga patut dikasihani jgn dianiaya begitu dong, wah koplak itu orang wajib dikasih bogem," tulis Asep Isalamsyah.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks

Satu dari sekian banyak netizen yang turut membagikannya adalah akun Facebook Ellen Siburian.

"Ada yang kenal dengan wanita setan ini?

Katanya tinggal di Sumatera Utara.

Seluruh dog lovers sedang mengincar betina iblis yang satu ini.

Ketemu, gue gamparin bolak-balik bangsat ini.

Tidak ada yang memaksa manusia itu punya belas kasih kepada binatang, tapi paling tidak kita manusia jangan berperilaku lebih dari binatang buas.

Tolong ya guys bila ada yang kenal mohon infonya biar segera diproses hukum.

Sekarang tidak bisa main-main dengan penyiksaan binatang, karena negara melindungi dengan undang-undang yang sudah ditetapkan.

Hadiah donatur 10 juta bagi yang berhasil menemukan perempuan iblis ini." Demikian postingan Ellen Siburian.

Terkait kasus kekerasan yang sejenis pada binatang ini, Tri Swasono Hadi, psikolog di Jakarta mengatakan perilaku kekerasan terhadap binatang ini biasanya dilakukan orang "secara sengaja karena menimbulkan kepuasaan tertentu," dan mayoritas - berdasarkan penelitian- dilakukan oleh laki-laki atau perempuan berusia 30 tahun ke bawah.

"Kekeasan disebabkan beberapa faktor termasuk iseng dan tak peduli terhadap hak hewan...level frustasi dan stres tinggi sehingga binatang bisa jadi pelampiasan, seperti masalah di sekolah atau tempat pekerjaan, kekesalannya dilampiaskan ke hewan," kata Tri.

Tri juga menyebut penyebab pelaku melakukan kekerasan terhadap binatang karena pelaku pernah mengalami trauma atau jadi korban kekerasan dan juga mereka "yang mengalami gangguan kepribadian seperti psikopat, sehingga ada kepuasan dari melakukkan tindakan kekejian."

Bukan Kali Ini Saja

Belum lama ini juga, seekor anjing bernama Lucky ditemukan sekarat sebelum akhirnya tewas lantaran dipukul dan dibakar hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/5/2019) malam.

Pengurus Yayasan Sarana Metta Indonesia, Christian Joshua Pale, mengatakan, anjing berjenis mix dalmatian tersebut diduga dipukul dengan botol dan dibakar hingga sekarat.

Pelaku diketahui sebagai oknum pengemudi ojek online yang merupakan tetangga pemilik anjing tersebut.

"Lucky ini milik dari ibu Melly. Jumat sore Lucky lagi asyik duduk di dalam kandangnya tiba-tiba ada satu warga kencing di samping kandang dia dan Lucky refleks mencakarnya," ucap Christian, Senin (13/5/2019).

Christian juga membagikan informasi terkait pelaku tindakan keji tersebut di akun Instagram miliknya di christian_joshuapale.

Foto pelaku pembakar anjing idup-idup Dek Lucky

This man burn alive a dog.

Sebelon dedek dibakar, kepala Dek Lucky dipukul pakai botol isi bensin dan ini yang menyebabkan kepala dedek luka dan berjalan sempoyongan.

Saat dibakar dedek tidak bisa berlari kencang akibat pukulan dengan botol tersebut. Ada saksi yang membantu memadamkan api yang menceritakan kronologisnya ke nyai

Sekarang nyai bersama bunda M dan Dek Vanessa otw Polda Metro Jaya utk membuat laporan ini.

Stay tune karena nanti nyai akan live instagram pernyataan resmi bunda yg menceritakan kronologis kematian dedek.

FB pelaku akan nyai publish di Fan Page Animals Hope Shelter

Kronologi Pembunuhan

Oknum ojol bernama Maulady ini marah lantaran dicakar oleh Lucky. Ia pun meminta agar anjing itu segera dipindahkan dan mengancam akan dibakar jika tak dipindahkan.

Namun, lantaran pemilik anjing tersebut harus melaksanakan shalat tarawih, tidak ada yang memindahkan anjingnya.

"Ketika pulang pemiliknya sangat shock dan terpukul melihat kondisi Lucky sekarat dengan luka bakar di dalam kandangnya ternyata ancaman warga itu benar, Lucky dibakar hidup-hidup di dalam kandangnya yang sebelumnya kepala anjing tersebut dilempar dengan botol berisi bensin hingga pecah," kata dia.

Nyawa Lucky pun tak dapat ditolong meski dengan menggunakan infus lantaran sistem peredaran darahnya sudah dalam kondisi buruk.

Saat ini, pemilik anjing tersebut beserta tim pendamping dari Sarana Metta Indonesia sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib di Polsek Menteng dan Polda Metro Jaya. "Sudah dilaporkan semalam dan polisi langsung mengamankan TKP dan barang bukti. Police line sudah dibuat langsung," kata dia. 

Perjuangan Dua Ekor Anjing

Video detik-detik aksi heroik dua anjing melawan seekor ular kobra demi melindungi bayi majikannya terekam CCTV. Dilansir dari Mirror via SUAR dalam artikel 'Mengharukan, 2 Anjing Menyelamatkan Bayi dari Gigitan Ular Kobra, Salah Satu Anjing Tewas dan yang Lainnya Alami Kebutaan', aksi heroik dua anjing melawan ular korba itu terjadi di Kota Kidapawan, di Filipina. 

Dalam video rekaman CCTV rumah, tampak dua anjing berwarna hitam dan putih melawan ular kobra yang mematikan.

Moxie, jenis anjing dachshund berwarna putih berusia dua tahun, pertama kali melihat ular itu merayap ke taman melalui gerbang dan segera mulai menggonggong.

Miley, si dachshund hitam, langsung menghampiri dan menerkam ular kobra dengan taringnya. Rekaman menunjukkan dua anjing yang tak kenal takut bergiliran menyerang ular.

Terlihat anjing-anjing itu menggigit ekornya dan yang lain mengoyak kepalanya. Setelah dua menit dalam pergolakan, kobra akhirnya terbunuh.

Tetapi Miley yang terkena gigitan ular kobra yang cukup parah ikut tumbang. Dachshund berusia empat tahun itu tidak selamat dari luka-lukanya dan meninggal beberapa menit setelah kejadian.

Sementara Moxie yang berwarna putih, matanya mengalami kebutaan karena racun ular kobra.

Anjing dan ular yang tewas dalam pertarungan
Anjing dan ular yang tewas dalam pertarungan (Mirror.co.uk)

"Saya dan istri saya sedang keluar untuk bekerja." kata Jamie, sang pemilik rumah.

"Ketika kami tiba, pembantu kami memberi tahu kami apa yang terjadi dan memeriksa kamera."

"Kami terkejut, tetapi juga sangat bangga dengan anjing-anjing itu."

"Saya sangat berterima kasih kepada anjing-anjing saya yang telah melindungi bayi saya, Skye."

"Kami akan sangat merindukan mereka.'' tambah Jamie.

Mereka bergegas ke klinik hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan Moxie. Moxie beruntung berhasil diselamatkan, tetapi kehilangan penglihatannya.

Aksi serupa juga pernah terjadi sebelumunya di Malaysia. Seekor anjing di Malaysia tewas usai bergelut melawan ular piton sepanjang 6 meter

Mengutip laman New Straits Times (11/12/2018), kejadian seekor anjing melawan ular piton sepanjang 6 meter itu diceritakan oleh sebuah keluarga yang tinggal di Jalan Kejatau, Sri Aman, Sarawak, Malaysia,

Kejadian seekor anjing melawan ular piton sepanjang 6 meterini tepatnya terjadi pada 10 Desember 2018 lalu. Keluarga si pemilik anjing tersebut menolak diungkap identitasnya.

Menurut New Straits Times, awalnya salah seorang anggota keluarga memanggil-manggil anjing peliharaan mereka untuk pulang namun tidak kunjung datang.

Seluruh anggota keluarga inipun berkeliling untuk mencari anjingnya. Betapa terkejutnya mereka, melihat Anjingnya ditemukan dalam kondisi dililit oleh ular piton besar.

Mereka lantas berusaha melepaskan anjingnya dari lilitan ular piton itu. "Kami memukul ular itu agar anjing kami bisa lepas. Ular itu lantas melepaskan anjing kami sebelum menghilang ke dalam lubang di dekatnya," kata seorang anggota keluarga.

Usai insiden itu, mereka lantas menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan sekitar pukul 14.42 waktu setempat.

Mereka takut, ular piton itu masih berkeliaran di sekitar rumahnya dan dikhawatirkan akan mencelakai orang-orang di sekitar.

Satu tim yang terdiri dari 9 personil dari stasiun Sri Aman pun segera bergegas ke tempat kejadian untuk menangkap ular itu, yang dibantu juga warga setempat.

Setelah satu jam melakukan pencarian ular piton itu akhirnya dapat ditangkap. Ular tersebut dilaporkan panjangnya 20 kaki atau sekitar 6 meter dengan diameter tubuh 16 cm. Saat ditangkap, ular piton ini juga agresif.

Sementara itu, keluarga sang majikan merasa sangat kehilangan anjing peliharaan mereka, tetapi sekaligus bersyukur. "Kami hancur atas anjing kami, tetapi hidup kami beruntung karenanya. Kalau bukan karenanya, ular itu mungkin sudah masuk ke dalam rumah," kata salah seroang anggota keluarga.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.