HETANEWS

Viral Foto Jessica Iskandar Tampak Menyeramkan, Umumkan Rehat Sejenak dari Dunia Keartisan

Wajah Jessica Iskandar dipenuhi bercak merah. (Instagram @inijeda)

Jakarta, hetanews.com - Viral penampakan wajah Jessica Iskandar, Jumat (30/8/2019). Bahkan foto yang disebarkannya itu jadi bahan perbincangan netizen.

Belakangan diketahui, ternyata Anastesi penyebab wajah Jessica Iskandar dipenuhi dengan bercak merah tersebut. Namun sebelum dianastesi, Jessica Iskandar rupanya berencana untuk melakukan perawatan wajah.

Bukan perawatan wajah biasa, Jessica Iskandar rupanya hendak melakukan treatment seharga fantastis demi kecantikan kulitnya.

Tapi belum sempat melakukan perawatan, wajah Jessica Iskandar terlebih dahulu mengalami alergi akibat anastesi. Diwartakan sebelumnya, Jessica Iskandar membagikan kabar buruk soal bercak merah yang tiba-tiba saja memenuhi wajahnya.

Dalam video singkat yang dibagikan Jessica Iskandar di media sosialnya, ibunda El Barack itu tampak memamerkan wajahnya yang penuh dengan bercak merah.

Bercak merah itu memenuhi hampir kedua pipi serta dagu Jessica Iskandar. Kala video itu dibuat, Jessica Iskandar rupanya sedang memakaikan salep di wajahnya. "Wajah aku masih merah-merah, ini udah aku pakein salep. Mudah-mudahan bisa cepat balik lagi," pungkas Jessica Iskandar.

Hingga belakangan diketahui bahwa Jessica Iskandar rupanya mengalami alergi anestesi alias obat bius. Akibatnya, Jessica Iskandar pun harus rehat dari kegiatan keartisannya.

Tak hanya itu, Jessica Iskandar rupanya juga punya dua pantangan karena wajahnya tersebut. Jessica Iskandar mengaku saat ini dirinya tidak boleh memakai make up terlebih dahulu.

Selain itu, Jessica Iskandar juga tidak diperbolehkan terkena matahari. "Aku ijin dari kerja, ga boleh kena make up, ga boleh kena matahari semenjak tragedi muka aku bercak merah.. doain cepat kembali normal ya," ucap Jessica Iskandar dari laman Instagram @inijedar.

Kini, pasca wajahnya dipenuhi bercak merah, Jessica Iskandar pun berusaha untuk memulihkannya kembali. Selain tak boleh keluar rumah dan menggunakan make up, Jessica Iskandar juga mengoleskan salep untuk wajah merahnya.

Tak hanya itu, Jessica Iskandar juga mengaku rutin minum obat. Proses penyembuhan wajah Jessica Iskandar itu konon akan memakan waktu 5 sampai 7 hari.

Selain itu, Jessica Iskandar juga akhirnya mengungkap perawatan apa yang hendak dilakukannya sebelum insiden wajahnya memerah itu terjadi. Ya, penyebab wajah Jessica Iskandar merah itu adalah karena anastesi.

Namun rupanya, rencana awal Jessica Iskandar adalah untuk melakukan perawatan bernama Ulthera. Sebelum perawatan tersebut dilaksanakan, pasien harus diberikan anastesi terlebih dahulu.

Namun usai diberikan anastesi, wajah Jessica Iskandar justru tampak memerah. Alhasil, perawatan wajah Ulthera yang akan ia lakukan pun batal.

"Ngapain kak pakai anastesi? Operasi kah?" tanya Warganet.

"Mau perawatan Ulthera. Tapi hasil anastesi sudah meradang, akhirnya tidak dilakukan Ulthera," jawab Jessica Iskandar.

"Emang sebelumnya gak cek alergi dulu ka jes?" tanya Warganet lain.

"Tidak cek! Itulah salahnya kenapa ga di test dulu," akui Jessica Iskandar.

Lantas sebenarnya, bagaimana perawatan Ulthera yang hendak dilakukan Jessica Iskandar tersebut?

Ulthera atau yang karib disebut Ultherapy diluncurkan pertama kali sejak tahun 2008, sampai pertengahan tahun 2017 ini Ultherapy telah dipakai oleh satu juta orang di seluruh dunia.

Ultherapy diklaim efektif mengencangkan kulit di bagian leher, di bawah dagu, dan alis, serta menghilangkan garis halus dan keriput di bagian leher hingga area sekitar belahan dada. Ulthera adalah treatment dengan teknologi yang fokus pada ultrasound.

Treatment pada perawatan Ulthera ini berjalan dengan merangsang pertumbuhan kolagen baru di dalam kulit, sehingga mengembalikan kekenyalan dan mengangkat kulit yang sudah mulai kendur.

Dijelaskan oleh dr.Lanny Juniarti, Dipl.AAAM, kelebihan dari Ultherapy ini adalah tidak menggunakan suntikan dan juga pisau bedah.

"Selain itu karena energi suara ini tidak merusak permukaan kulit tidak ada down time atau masa pemulihan. Setelah terapi pasien bisa tetap beraktivitas seperti biasa, tidak ada memar atau merah di kulit," ujarnya.

Namun, berbeda dengan operasi plastik atau suntikan filler dan botox yang hasilnya bisa seketika terlihat, Ultherapy baru bisa terlihat hasilnya setelah sekitar dua bulan. "Kolagen akan terpicu produksinya setelah dua bulan. Setelah itu kulit yang tadinya kendur akan terlihat lebih kencang dan terangkat," kata dr.Lanny yang juga President Director Miracle Clinic ini.

Menurut Philip Burchard, CEO Merz Pharma, Ultherapy merupakan satu-satunya perawatan yang mendapat persetujuan Food and Drug Administration (FDA) Amerika untuk mengencangkan kulit.

Perawatan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Kesehatan RI untuk dipakai dalam terapi estetika.

Ia menambahkan, kelebihan utama dari Ultherapy adalah adalah teknologi pencitraan ultrasonografi, sehingga melalui monitor dokter bisa langsung melihat lapisan kulit saat perawatan berlangsung untuk memastikan energi ultrasound dialirkan ke bagian kulit yang tepat.

"Teknologi ini didukung oleh lebih dari 50 studi klinis dan 60 makalah kesehatan terpercaya," ujarnya dalam acara yang sama.

Terapi ini bisa dilakukan dalam durasi sekitar dua jam dengan hasil yang bisa bertahan satu sampai dua tahun. Satu kali perawatan Ulthera membutuhkan biaya sekitar Rp 25-30 juta. Di Indonesia, perawatan ini sudah tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.