HETANEWS

TNI dan Polri Kerahkan 11 Truk Pulangkan Seribuan Pendemo di Jayapura

Truk mengangkut para pengunjuk rasa dari halaman kantor Gubernur Papua, Jumat (30/8/2019). (foto/Banjir Ambarita)

Jayapura, hetanews.com - Kondisi di Kota Jayapura, Papua, terus berangsur kondusif. Aktivitas sejumlah warga pun mulai berjalan. Seribuan pengunjuk rasa telah dievakuasi untuk dipulangkan ke rumah masing-masing.

Para pengunjuk rasa dipulangkan pada Sabtu (31/8/2019) sekitar pukul 02.00 WIT. Setidaknya 11 unit truk milik TNI dan Polri dikerahkan untuk mengantarkan massa ke rumah masing-masing.

Sebelum masuk ke truk, para pengunjuk rasa diperiksa satu per satu oleh aparat keamanan, ditemukan sejumlah ketapel dari tangan pengungsi dalam pemeriksaan tersebut.

Sejumlah kartu SIM card, sendok/garpu, piring, gelas dan telor, kopi kemasan juga disita. Barang-barang tersebut diduga merupakan hasil jarahan saat terjadi kerusuhan.

Para pengungsi itu dipulangkan dan diturunkan di sejumlah tempat, yakni di Perumnas III dan Expo Waena. Dalam proses evakuasi, para pengunjuk rasa dari lokasi aksi dipantau langsung oleh empat orang anggota DPR Papua.

Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius Mimin menyatakan rasa terima kasihnya kepada TNI dan Polri.

Rasa terima kasih tersebut diungkapkan atas perlindungan TNI dan Polri kepada massa pendemo yang sebagian masih duduk dibangku kuliah. “Terima kasih pada aparat keamanan yang memulangkan para pengunjuk rasa dengam baik,” tutur Ignasius.

Ia juga berharap, dengan bubarnya para pengunjuk rasa, situasi secepatnya pulih kembali. “Kita percayakan kepada TNI dan Polri untuk mengembalikan situasi aman dan terkendali, agar aktivitas masyarakat berjalan normal lagi,” kata Ignasius.

Sebelumnya, para pengunjuk massa tersebut menggelar aksi di Halaman Kantor Gubernur Papua pada Kamis (29/8/2019) lalu.

Aksi unjuk rasa itu sendiri berakhir rusuh. Hal tersebut membuat situasi Jayapura mencekam selama 2 hari. Massa pengunjuk rasa terjebak dua hari di Halaman Kantor Gubernur.

Kondisi itu disebabkan karena warga korban kerusuhan melakukan penghadangan di seputaran Entrop yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari lokasi aksi.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengungkapkan, kondisi di Kota Jayapura saat ini sudah terkendali dan berangsur kondusif. Situasi berangsur kondusif sejak Kamis (31/8/2019) 18.30 WIT malam.

Namun, ia menilai masih ada masyarakat yang berjaga-jaga di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing guna mencegah adanya sekelompok warga yang kembali membuat anarkistis.

“Untuk mencegah terjadinya konflik horizontal, kami sudah melakukan penyekatan, bagi masyarakat orang asli Papua dan masyarakat pendatang atau nusantara," kata Rodja ketika dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon seluler, Jumat (30/8/2019) malam.

"Selain itu, kami juga memberikan imbauan-imbauan, melalui jalur agama maupun fungsi Binmas,” imbuhnya.

Rodja berharap kelompok masyarakat yang bertikai dapat mempercayakan penyelesaian permasalahan ini kepada Polri dan TNI.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama kita menjaga Papua ini tetap dalam kondisi damai,” pinta Rodja.

Situasi di Jayapura, Papua, semakin kondusif.
Situasi di Jayapura, Papua, semakin kondusif. (foto/Banjir Ambarita)

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo memerintahkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat dijaga dan segera dipulihkan.

Dalam kaitannya dengan itu, Jokowi menggarisbawahi bahwa seluruh warga negara Indonesia, tanpa terkecuali, berhak mendapat perlindungan dan dijaga martabatnya.

Hal itu disampaikan Jokowi kepada jajaran terkait saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada Jumat (30/8/2019).

Menurut rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima Tribunnews, rapat terbatas itu dilakukan untuk membahas penanganan situasi keamanan di Papua dan Papua Barat.

"Saya perintahkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat juga dijaga dan segera dipulihkan. Semua warga negara tanpa kecuali, semuanya, harus dilindungi dan dijaga harkat dan martabatnya," ujar Jokowi.

Pemulihan tersebut juga mencakup perbaikan terhadap kerusakan sejumlah fasilitas umum selepas aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat. Jokowi berharap, aktivitas perekonomian, pendidikan, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan seperti sediakala.

Selain itu, Jokowi juga meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku perusakan dan provokasi yang mengakibatkan suasana menjadi tidak kondusif.

Ia mengatakan, pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap tindakan anarkistis di Bumi Cenderawasih.

"Tidak ada toleransi pada perusuh dan pelaku tindakan-tindakan anarkistis. Saya juga, saya ulang lagi, memerintahkan kepada aparat keamanan untuk bertindak secara tegas kepada siapapun yang melakukan tindakan rasialis dalam bentuk apapun," tegas Jokowi.

Jokowi telah menerima laporan bahwa tindakan hukum telah diambil baik kepada oknum sipil maupun militer yang melakukan tindakan-tindakan rasialis.

Presiden berharap agar Tanah Papua senantiasa menjadi wilayah yang damai. "Saya percaya, warga di Papua adalah warga yang cinta damai, cinta kepada bangsa dan negara," tuturnya.

Rapat terbatas tersebut digelar seusai Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah.

Jajaran terkait yang hadir dalam kesempatan itu ialah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.