HETANEWS

Longsor, Jalan Utama Desa Parlondut Belum Diperbaiki Pemkab Samosir

Warga desa setempat, Sebulon Simbolon saat memberikan keterangan ketika dikonfirmasi wartawan, di lokasi longsor. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Hujan deras yang terjadi satu minggu yang lalu, mengakibatkan jalan lintas utama Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, yang menghubungkan beberapa huta (Kampung,red), antara lain, Sosor Nangka,  Lumban Julu, Parnamurukan, Lumban Galung, dan Huta Handewan sekitarnya, nyaris tidak bisa dilalui karena dilanda longsor.

Kendaraan roda dua maupun roda empat, terpaksa  harus memutar arah, mengambil jalan alternatif, yaitu, melalui Desa Siating-ating dan Desa Pardugul.

Desa yang memiliki 238 Kepala Keluarga (KK) ini, terpaksa harus mencari jalan alternatif ke desa tetangga, agar bisa beraktifitas, seperti biasanya, walau harus memakan waktu yang cuku lama.

Pengamatan wartawan, Jumat (30/8/2019), di sekitar jalan tersebut, tidak ada penerangan lampu.

Ketika hal ini dikonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Parlondut, Torop Sitanggang, Jumat (30/8/2019),  sekitar pukul 15.45 WIB,  mengatakan, “satu minggu yang lalu, sudah saya laporkan ini secara tertulis kepada Camat Pangururan, akibat adanya longsor jalan, di Dusun Satu yang berada di desa kami, sehingga aktifitas  jalan utama ini tidak bisa dilalui oleh warga yang berada di atas yang rata – rata memilki pekerjaan sebagai petani,”katanya.

Lokasi longsor yang belum juga diperbaiki, di Desa Parlondut, Dusun 1, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. (foto/stm)

Dua anggota Dinas PU Samosir sudah melihat kejadian ini (longsor,red) dan sudah berkoorsinasi dengan saya selaku kepala desa, yang memberikan solusi alternatif kepada saya, agar jalan yang berbengkok ini, kita buat jadi lurus, karena sebelumnya jalan ini berbengkok, ujarnya.

Hasil perbincangan tersebut, Kades Parlondut, mencoba membicarakan kepada pemilik tanah, lagi - lagi hasil dari pembicaraan kepada pemilik tanah, tidak membuahkan hasil, karena itu merupakan aset tanah dia satu - satunya.

Sebelumnya, warga hanya 10 menit saja bila naik roda dua ke Pasar Hitam, namun akibat kejadian ini, mereka jadi  1 sampai 2 jam, bila melalui dari desa tetangga Siating-ating yang merupakan jalan alternatif.

Kami berharap, agar secepatnyalah jalan ini dibenahi pemerintah, agar warga bisa kembali normal melakukan aktifitasnya sehari – hari, katanya.

Hal senada dikatakan Sebulon Simbolon, selaku warga yang tinggal di Desa Parlondut, bahwa jalan yang menghubungkan antar kampung ini tidak memiliki drenase, sehingga jalan ini menjadi terjerumus air dari atas yang mengakibatkan terjadi longsor, yang hingga kini belum adanya penanganan dari Pemkab Samosir.

Penulis: stm. Editor: gun.