HETANEWS

Soal Kriminalisasi Kasus Galian C, Kasat Reskrim Arahkan Wartawan Sama Humas Polres Siantar

Kasat Reskrim Polres Siantar, Iptu Nur Istiono, ketika serah terima jabatan di Polres Siantar. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Kasat Reskrim Polres Siantar, Iptu Nur Istiono, tidak banyak komentar, saat diminta tanggapannya terkait ucapan, Daulat Sihombing, kuasa hukum dari Getruida boru Manullang dan anaknya, Ferdinan Marcos Pardede alias Ucok.

Kasat Reskrim Polres Siantar, malahan menyuruh wartawan, agar mengkonfirmasi ke bagian Humas Polres Siantar.

"Izin bang. Bisa langsung ke Subbag Humas Polres ya bang," pungkasnya singkat ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), Jumat (30/8/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Daulat Sihombing, bahwa apa yang dilakukan klienya di Kelurahan Tanjung Pinggir dan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, bukan lah aktifitas galian C, melainkan pengerukan dan pemerataan tanah.

Baca juga: Jaksa Terima SPDP Kasus Galian C Ilegal di Siantar

Hal itu disampaikan Daulat Sihombing, ketika mengelar konfrensi pers, di salah satu café, di jalan Alteleri, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Siatalasari, Kamis (29/8/2019) siang, kemarin.

Lebih lanjut, Daulat mengatakan, saat kliennya sedang melakukan pengerukan dan pemerataan tanah dengan menggunakan ekskavator  di lokasi tanah kaplingan miliknya, di Keluahan Tanjung Pinggir dan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, tiba-tiba didatangi sejumlah petugas dari Polres Siantar, karena menduga kliennya melakukan usaha dan aktivitas galian C, di Tanjung Pinggir dan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

"Tindakan Sat Reskrim Polres Kota Siantar yang melakukan “penggrebekan” terhadap klien saya dan disitanya satu unit dump truk milik orang lain dan dua unit ekskavator  milik Rusli Getruda Manullang, sangat terindikasi kuat sebagai bentuk “kriminalisasi”, kesewenang- wenangan dan penyalahgunaan jabatan," ujar Daulat, ketika itu.

"Klien saya tidak ada dan tidak pernah ada usaha atau aktifitas galian C di Tanjung Pinggir maupun di Tanjung Tongah. Klien saya hanya melakukan pengerukan dan pemerataan tanah di dua lokasi tanah kaplingan miliknya, satu di Tanjung Pinggir dan di Tanjung Tongah," ungkap Daulat Sihombing.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1