HETANEWS

Desakan Pengaktifan Terminal Tanjung Pinggir Kembali Bergema, Dishub dan Polres Siantar Diminta Serius

Frenki D Sinaga SH, Wakil Ketua DPP HIMAPSI Bidang Hukum.

Siantar, hetanews.com – Kalangan masyarakat kota Siantar, sangat menyayangkan belum beroperasinya Terminal Tanjung Pinggir Siantar, layaknya terminal lainnya.

Seperti diungkapkan Frenki D Sinaga SH, Wakil Ketua DPP HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bidang Hukum, terminal tersebut hampir 15 tahun lamanya dibiarkan ‘tidur’ oleh pihak Pemko Siantar, yaitu, mulai masa RE Siahaan, menjabat sebagai Wali Kota Siantar, lalu Hulman Sitorus dan Hefriansyah, yang masa jabatannya sebagai Wali Kota Siantar, juga akan berakhir, menyusul akan digelarnya Pilkada Serentak pada tahun 2020 mendatang.

Dan menurutnya, tak satupun Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) yang dihunjuk Wali Kota Siantar sebelumnya dan termasuk Kadishub yang saat ini menjabat, punya keseriusan dalam mengaktifkan terminal Tanjung Pinggir, yang terletak di Kecamatan Siantar Martoba itu.

Baca juga: Dituding Tidak Punya Konsep, Ini Jawaban Kadishub Siantar

“Hal itu bisa kita buktikan, dengan masih merajalelanya bus dan angkot, mangkal di tempat umum, serta munculnya loket-loket bus yang kita anggap liar, tapi tetap saja tidak ditindak. Contohnya seperti loket Intra dan Paradep Taxi, yang posisinya jelas-jelas berada di kawasan tertib lalu lintas, namun Dinas Perhubungan dan termasuk pihak Polres Siantar, tampaknya hanya membiarkan, dan tidak ada tindakan yang tegas. Dan kalau begini kondisinya, sampai kapan pun, Terminal Tanjung Pinggir, memang tak akan beroperasi maksimal,”ungkapnya dengan nada kesal, kepada wartawan via ponsel, Jumat sore (30/8/2019).  

Frenki curiga, Terminal Tanjung Pinggir tersebut memang sengaja diterlantarkan, karena banyak ‘kepentingan’ didalamnya.

Dishub Siantar yang saat ini dipimpin Esron Sinaga, selaku Kadishub, tampaknya lebih pro kepada pengusaha angkutan umum, baik itu bus maupun angkot.

Dan hal itu terbukti dari kinerja Esron dan jajarannya, yang tidak punya program serius dalam pengaktifan Terminal Tanjung Pinggir tersebut, ujarnya.

“Dan begitu juga dengan Polres Siantar, melalui unit Sat Lantas-nya yang juga tidak mau ambil pusing dalam pengaktifan Terminal Tanjung Pinggir,”katanya.

Menurut Frenki, kalau pihak Dishub dan Polres Siantar mau serius dan berani tegas, maka tidak lah sulit dalam pengoperasian Terminal Tanjung Pinggir tersebut.

Dia berharap agar pengoperasian Terminal Tanjung Pinggir ini benar – benar diperhatikan oleh Wali Kota Siantar, karena ini juga menyangkut wajah Kota Siantar.

“Kan aneh juga, kalau sebuah kota, apalagi kota nomor dua di Sumut, tapi tidak punya terminal. Padahal, di Kota Siantar, aktifitas bus dan angkotnya luar biasa dinamis, kan lucu? Semua pasti menginginkan Terminal Tanjung Pinggir beroperasi dengan baik, karena kalau terminal itu hidup, maka kawasan di sekitar terminal itu juga akan hidup dan masyarakat semakin sejahtera. Dan Kota Siantar juga akan berkembang pesat,”ujarnya menutup konfirmasi.          

   

Penulis: tim. Editor: gun.
Komentar 1