HETANEWS

Kapolres Labuhanbatu Mediasi Siswa SD yang Sempat Viral Lewat Video Perkelahian

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang bersama unsur Muspida memediasi perkelahian siswa SDN 117852 Ambacang Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan yang sempat viral di sosial media.

Labuhanbatu, hetanews.com - Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang bersama unsur Muspida memediasi perkelahian siswa SDN 117852 Ambacang Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan yang sempat viral di sosial media.

Mediasi ini dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Siamporik Jalan Lintas Sumatera, Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Labuhanbatu mempertemukan korban dalam video yakni siswa kelas empat SD inisial F dan temannya yang melakukan pemukulan yakni kakak kelasnya berinisial R siswa kelas 5 SD dan A siswa kelas 6 SD.

Tampak dalam foto yang beredar, mereka sudah berpelukan dan saling memaafkan kejadian yang telah terjadi dan terlanjur viral, disaksikan oleh orangtua dari kedua belah pihak yang berkelahi.

Dalam bimbingan dan arahannya, Frido mengaku kejadian ini telah viral. Namun, telah selesai dan kedua belah pihak telah berdamai dan telah dilakukan upah-upah.

"Ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk meredam dan tidak mengulangi kembali kejadian tersebut," kata Frido, Jumat (30/8/2019).

"Kita berharap jangan ada lagi provokasi, mari buat suasana yang menyejukkan dan jangan ditambah-tambahi. Karena permasalahan ini telah selesai sampai di sini," tuturnya.

Kepada para guru, Frido berpesan agar dilakukan razia terhadap barang bawaan anak sekolah dan tingkatkan disiplin siswa sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

Diketahui, video pengeroyokan siswa SD oleh teman sekolahnya, di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) viral di dunia maya.

Dalam video beredar yang berdurasi 51 detik, tampak salah seorang korban terus mendapat pukulan bertubi-tubi dan menangis kesakitan.

Setelah ditelusuri ternyata kejadian itu di SDN 117852 Dusun Ambacang Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura, Sumut pada 21 Agustus 2019.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPAD Labura Khairuddin Marpaung membenarkan kejadian itu, namun persolan ini sudah di mediasi secara kekeluargaaan yang diinisiasi Camat Kualuh Hulu, Kepala Dinas Pendidikan Labura, Kepala Desa Siamporik, KPAD Labura pihak kepolisiaan dan pihak pihak lainnya.

"Proses mediasi dilakukan semalam, baik keluarga pelaku maupun korban bersepakat untuk tidak melanjutkan ke proses hukum," kata Khairuddin Rabu (28/8/2019) lalu.

Korban dalam video itu yakni siswa kelas empat SD inisial F. Dia dipukul berulang kali oleh kakak kelasnya R siswa kelas 5 SD dan A siswa kelas 6 SD.

Sedangkan yang memvideokan pemukulan itu hingga akhirnya viral di media sosial, yaitu siswa kelas 5 SD berinisial U.

"Para pelaku sengaja ingin memvideokan itu untuk memviralkan kejadian itu. Kalau bahasa mereka di video, yuk kita pukul biar viral biar viral, uda gitu biar ku videokan biar viral. Mereka awalnya (tampak) main main," beber Khairuddin

Mengenai siapa yang memviralkan video itu, Khairuddin tidak mengetahui secara pasti namun dirinya meminta semua pihak untuk menghapus video yang beredar.

"Lebih baik dihapus jangan diviralkan kasian anak-anak," pinta Khairuddin.

Sementara itu, untuk kondisi psikologi korban F sudah normal kembali. Hal itu sudah diperiksakan dan dibawa ke rumah sakit di Kecamatan Rantau Prapat.

Beredarnya video berisi konten kekerasan ini, tentu membuat resah. Khairuddin berharap semua pihak bersifat dewasa dan tidak menyebarkan lagi ke media sosial lantaran sudah tercapai kata damai.

"Orang tua salah seorang pelaku dengan korban ini satu keluarga. Mereka saling kait mengkait jadi sudah di mediasi sudah damai," tutup Khairuddin.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.