HETANEWS

Jaksa Terima SPDP Kasus Galian C Ilegal di Siantar

Lokasi galian C Tanjung Pinggir. Foto:Dok Hetanews

Siantar, hetanews.com - Kasus galian C ilegal di Siantar ternyata sudah sampai di Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. Jaksa telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasusnya dari penyidik kepolisian.

SPDP merupakan tanda bahwa penyidik memulai penyidikan suatu perkara. Pasal 109 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik wajib mengirimkan surat pemberitahuan kepada penuntut umum.

"Jaksa yang dihunjuk Pak Togap," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari, BAS Faomasi Jaya Laia dihubungi hetanews, Jumat 30 Agustus 2019.

Ada dua tersangka yang ditetapkan Satreskrim Polres Siantar terhadap kasusnya, Getruda Manulang dan anaknya Ferdinan Marcos Pardede alias Ucok. BAS menuturkan, SPDP diterima pekan ini.

"SPDP masuk tanggal 26 Agustus. (Para tersangka) dijerat Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara," ungkapnya.

Diberitakan, Polisi menetapkan dua tersangka kasus penambangan galian C di Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, dalam sebuah penggerebekan dilakukan beberapa waktu lalu. Polisi juga menyita dump truk dan eskavator dari lokasi sebagai barang bukti kasusnya.

Namun terkait penindakan mendapat 'perlawanan' dari para tersangka; Rusli Getruda Manullang dan Ferdinan Marcos Pardede. Keduanya menuding ada upaya kriminalisasi hingga penyalahgunaan wewenang dari aparat Polres Siantar sebagai aparat penegak hukum (APH).

Baca juga: Daulat Sebut Aparat Kriminalisasi Kasus Galian C Tanjung Pinggir-Tongah

Penulis: bt. Editor: bt.