HETANEWS

2 ABG Terdakwa Pembunuhan Gadis Dalam Karung Menangis saat Jalani Sidang Perdana

Dua terdakwa pembunuhan gadis dalam karung menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Kabupaten Tegal, Jateng, Kamis (29/8/2019).

Tegal, hetanews.com - Kasus pembunuhan terhadap Nur Hikmah (16) yang mayatnya ditemukan tinggal tulang belulang di dalam karung di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Kamis (29/8/2019). 

Sidang perdana tersebut menghadirkan dua terdakwa yang juga teman dan sepupu korban, yakni NL (17), warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal; dan AI (15), warga Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. 

Kedua terdakwa yang berusia di bawah umur menjalani sidang secara tertutup. Pengamanan ketat dari polisi bersenjata lengkap dilakukan saat kedua terdakwa turun dari mobil tahanan hingga memasuki ruang sidang. 

Pengamanan tersebut guna mengantisipasi kemarahan keluarga korban dan warga lainnya. Kedua terdakwa NL dan AI tampak tertunduk saat akan memasuki ruang siding.

Kedua terdakwa secara bersama-sama dengan tiga pelaku lain yakni, Abdul Malik (20), Saiful Anwar (24), dan Muhammad Sopro'i (18) melakukan pembunuhan terhadap Nur Hikmah (16) teman mainnya secara keji. 

Motif asmara, cemburu dan sakit hati diduga menjadi alasan kelima terdakwa membunuh korban.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Gadis dalam Karung, 5 Tersangka Peragakan 35 Adegan

Baca juga: Keluarga Tersangka Tak Menyangka Anaknya Pembunuh Gadis Dalam Karung di Tegal

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi, Niluh Made Ariadiningsih mengatakan, kedua terdakwa sempat menangis saat majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Indrawati menjelaskan kepada orang tua terdakwa bahwa anaknya menjadi terdakwa kasus pembunuhan. 

Kondisi itu berbeda saat terdakwa menjalani rekonstruksi beberapa pekan lalu. Saat itu, terdakwa seperti tidak ada rasa penyesalan. “Kedua terdakwa kini telah menyesali perbuatannya. Mungkin karena mereka sudah mendapat pembinaan selama berada di LP (Lembaga Pemasyarakatan),” ucapnya.

Sidang perdana pembunuhan mayat dalam karung ini menghadirkan tujuh orang saksi untuk mempercepat proses persidangan anak. Yakni orang tua korban, kepala Desa Cerih dan Aeni, istri tersangka Malik. 

Kuasa hukum terdakwa, Danial mengatakan, pihaknya tidak melakukan eksepsi karena dakwaan sudah sesuai. “Saya berharap majelis hakim memberikan vonis hukuman seringan-ringannya karena kedua terdakwa masih di bawah umur,” ujarnya.

Meski masih dibawah umur dan tunduk pada peradilan anak, kedua terdakwa NL dan AI tidak mendapatkan diversi. Mereka tetap diancam dengan Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Sebab, ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun penjara. Sidang lanjutan kembali akan digelar pekan depan dengan memintai keterangan para saksi.

sumber: inews.id

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.