HETANEWS

Ajakan Hubungan Badan Ditolak, Oknum PNS Pemko Siantar 'Bogem' Istri, Diadili di PN Siantar

HPS (rompi merah berdiri) menjalani sidang perdana di PN Siantar. Foto: BT

Siantar, hetanews.com - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Siantar berinisial HPS (39) 'bogem' istri lantaran ajakan hubungan badan ditolak. Kasus ini pun kemudian bergulir ke meja persidangan.

Sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ana Lusiana, dihadiri Hakim pimpinan Simon CP Sitorus di Ruang Cakra PN Siantar, Kamis 29 Agustus 2019.

Diceritakan JPU, kekerasan dalam rumah tangga terjadi di kediaman pasangan suami istri (Pasutri) di Jalan Binjai, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, 7 Mei 2019 silam.

Pagi itu di atas kasur, terdakwa mengajak istrinya berinisial HAS (35) berhubungan badan. Permintaan itu ditolak sang istri hingga kemudian membuat terdakwa tersulut emosi hingga melayangkan tangannya ke bagian dahi korban.

"Sehingga korban merasakan sakit di bagian kepala," kata JPU.

JPU menambahkan, akibat perbuatan ringan tangan terdakwa yang diketahui pejabat di Dinas Kominfo Siantar, mengakibatkan korban terhalang melakukan pekerjaan sehari-hari.

Lebih lanjut disampaikan JPU bahwa Pasutri yang mengikat janji suci di HKBP Sidikalang pada Mei 2017 silam, belum dikarunia anak.

"Perbuatan terdakwa diatur dalam Pasal 44 ayat 1 atau 4 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasam rumah tangga," ujarnya.

Kerap Dianiaya

Dakwaan JPU yang dibacakan diakui terdakwa benar adanya. Sidang pun kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi korban.

HAS dalam keterangannya menerangkan kalau kasus itu dilaporkannya sendiri ke Polisi. HPS mengaku kalau suaminya itu memang ringan tangan terhadapnya.

Dikatakannya, setelah menerima bogem suami pada pagi itu, ia hanya diam. Namun menurutnya suaminya malah menantangnya agar melaporkan kasus ke polisi.

"Setelah itu (dipukul) saya kemas-kemas barang dan dia bilang 'kenapa mau kau laporkan?'. Saya diam saja. Sering saya dipukul, 3 kali," katanya.

HAS mengaku kalau perbuatan suaminya sudah dimaafkannya. Namun kejadian masih membuatnya trauma. "Takut dipukul lagi," katanya kepada hakim.

Sidang berikutnya dijadwalkan Selasa pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi lain.

Penulis: bt. Editor: bt.