HETANEWS

Kasus Polisi Tangkap Polisi, Bripda Bayu Nugraha Ternyata dalam Bimbingan Provos dan Tak Dinas 71 Hari

Bripda Try Bayu Nugraha (24), bersama Hasudungan Parapat alias Uda (43). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com – Personil Satnarkoba Polres Kota Siantar, kembali meringkus oknum polisi, pelaku tindak pidana narkotika, yang juga bertugas di Polres Siantar.

Ia adalah Bribda Try Bayu Nugraha (24), warga Jalan Handayani, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Saat diringkus, Bripda Bayu tidak sendirian, melainkan bersama temannya, yakni, Hasudungan Parapat alias Udak (34), warga Jalan Damar, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

"Bripda Bayu Nugraha dan temannya Hasudungan Parapat, ditangkap atas informasi masyarakat yang menyebut, keduanya tengah memakai narkoba. Atas informasi warga, Selasa (27/8/2019) malam, petugas meringkus keduanya, dari Jalan Damar, di rumah temannya," ungkap Plh Humas Polres Siantar, Aipda Napena Surbakti, Kamis (29/7/2019).

Selain itu, sebelum diringkus dalam kasus narkoba dan ditemukan barang bukti narkotika, berupa timbangan digital dan 4, 50 gram narkotika jenis sabu-sabu, ternyata Bripda Bayu Nugraha, tengah masa bimbingan Propam Polres Siantar.

Baca juga: Terkait Polisi Tangkap Polisi di Siantar, Bripda Bayu dan Temannya Terbukti Miliki 4,50 Gram Sabu

"Bripda Bayu Nugraha masuk dalam bimbingan Propam lantaran urinenya positif narkoba," ujar Napena, ketika ditanyai seputar permasalahan Bayu Nugraja, di kedinasannya.

Selain urinenya positif menggunakan narkoba dan bimbingan Propam, Bribda Try Bayu Nugraha, kembali berulah dan kali ini tidak masuk dinas selama 71 hari (dua bulan 17 hari).

Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka. (foto/hza)

"Dan saat ini dalam proses sidang kode etik. Yang disidangkan itu, kasus positif narkoba dan sebelumnya juga, Bripda Bayu Nugraha sudah tidak masuk dinas dan tak hadir, ketika hendak menjalankan sidang kode etik," ungkap Napena, ketika dicecar wartawan, di ruang kerjanya.

"Saat ini sedang proses sidang kode etik. Ada dua kasus yang berjalan yakni, positif narkoba dan tidak masuk dinas. Untuk masuk ranah pemecatan, menunggu keputusan dari Polda Sumut. Kalau Polres sendiri hanya pengajuan saja," ucap Napena kembali.

Sepanjang tahun 2019 ini, dua anggota Kepolisian yang bertugas di Sabhara (Samapta Bhayangkara) Polres Kota Siantar terlibat kasus narkoba. Keduanya juga dinilai telah mencederai citra institusi kepolisian, karena terlibat narkoba.

Diketahui juga, sebelum tertangkapnya Bripda Bayu Nugraha dalam kasus narkoba, Satnarkoba Polres Siantar juga telah meringkus, Brigadir Mangasi Paradongan (MP) Pasaribu (36), dari Jalan Enggang, Kelurahan Sipinggol-Pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (17/7/2019) kemarin, atas kepemilikannya narkotika sabu-sabu.

Sebelum diringkus, Brigadir Mangasi Paradongan masuk dalam pembinaan seksi Propam Polres Siantar, lantaran acap mangkir dari kedinasan, di kesatuan unit Sabhara Polsek Siantar Barat.

Hal itu dibenarkan ole Seksi unit Paminal Propam Polres Siantar, Aiptu Fitra. "Brigadir MP Pasaribu masih dalam pembinaan unit propam," ujarnya.

Takhanya itu, Fitra kembali mengatakan, Brigadir MP ini sempat menjadi penyidik di Polsek Siantar Barat, sebelum akhirnya ditarik ke satuan unit Sabhara Polres Siantar, bagian penjagaan.

"Memang dipindahkan ke Shabara bagian penjagaan. Dia statusnya pembinaan Propam karena jarang dinas," ujar Aiptu Fitra lagi.

Penulis: hza. Editor: gun.