HETANEWS

Kejari Simalungun Selalu Siap dengan SDM Unggul Indonesia Maju

Kajari Simalungun, Irvan Paham PD Samosir SH MH. (foto/ay)

Simalungun,  hetanews.com - Tahun 2019, pemerintah mengangkat thema “SDM Unggul Indonesia Maju”, pada peringatan HUT RI ke -74 tahun.

Menyikapi maksud dan tujuan pemerintah tersebut, setiap instansi, mempersiapkan SDM yang unggul menuju Indonesia maju.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Simalungun, Irvan Paham PD Samosir SH MH, didampingi Kasi Hiras A Silaban SH mengatakan, jika instansinya sudah sejak dulu, mempersiapkan SDM yang unggul.

"Dengan mengirimkan para Kasi, jaksa dan pegawai untuk mengikuti diklat,"jelas Irvan yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/8/2019), di ruang kerjanya.

Hanya saja, sebagai pimpinan terendah yang berada di tingkat II, kita hanya menunggu petunjuk dan perintah dari Jaksa Agung.

Sebagai pimpinan, kita hanya sebatas mengusulkan para jaksa untuk mengikuti diklat, tapi semua ketentuannya ada di pusat, ungkapnya.

Setelah 4 tahun yang lalu mendapat jatah Diklat Kepemimpinan, baru tahun ini dapat jatah lagi, yakni, Kasi BB yang sedang mengikuti diklat selama 4 bulan. Peserta diklat harus membuat inovasi dan improvisasi untuk pelayanan kepada masyarakat dan sesuai bidang tugasnya menjadi yang lebih baik lagi dan  berbasis tekhnologi.

Keterbatasan dana menjadi hal utama dalam menciptakan SDM unggul. Untuk itu, pemerintah diharapkan memfokuskan anggaran untuk biaya pendidikan, demi terwujudnya SDM unggul Indonesia maju, kata Kajari.

Selain itu, kepada pimpinan, diharapkan jangan terlalu lama melakukan rotasi atau  merolling jabatan. "Seperti saya, sudah 5 tahun menjadi Kajari Simalungun,"katanya sambil tersenyum.

Demi untuk penyegaran dan mewujudkan SDM unggul Indonesia maju, katanya lagi.

Kajari Simalungun, juga telah mengusulkan bidang intelijen, mengikuti pelatihan, baik tekhnis maupun non tekhnis. Seperti pendidikan khusus dasar (Susar) intelijen yang diwajibkan  bagi pegawai ataupun jaksa bidang intelijen.

Lembaga kejaksaan juga sudah mengirim para jaksa untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 ke perguruan tinggi negeri (PTN), ungkap Irvan.

Penulis: ay. Editor: gun.