HETANEWS

Statistik Van Dijk, Messi dan Ronaldo Jelang Penobatan Pemain Terbaik Eropa 2019

Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo. (AFP)

Monako, hetanews.com - Tiga pesepak bola hebat dunia, yakni Virgil van Dijk dari Liverpool, Cristiano Ronaldo (Juventus) dan Lionel Messi (Barcelona) bakal bersaing merebutkan penghargaan pemain terbaik Eropa 2019. Hajatan tersebut digelar di Forum Grimaldi, Monako, Kamis (29/8/2019) pukul 23.00 WIB.

Penghargaan tersebut akan diberikan kepada pemain yang dianggap terbaik selama musim 2018/2019 diukur dari segi prestasi bersama klub dan negara. Mereka yang berhak mendapatkannya yaitu pemain anggota klub UEFA, terlepas dari mana negara mereka berasal.

Pemenang akan dipilih para jurnalis perwakilan dari masing-masing 54 negara anggota UEFA, yang tergabung dalam komunitas Media Olahraga Eropa (ESM), serta 80 pelatih klub-klub Eropa.

Para voters yang mendapat hak mengeluarkan suara akan memilih tiga pemain teratas. Pemain pertama akan menerima lima poin, kedua tiga poin dan ketiga mendapatkan satu poin.

Sejak digelar pada 2011, Ronaldo menjadi pemain yang paling sering mendapatkan penghargaan pemain terbaik Eropa yaitu tiga kali edisi 2013/2014, 2015/2016 dan 2016/2017.

Sementara Messi baru memboyongnya dua kali periode 2010/2011 dan 2014/2015. Kemudian bagi Van Dijk, ini merupakan kali pertama mendapat kesempatan masuk nominasi ajang tersebut.

Dalam hal ini, kita akan melihat peluang dari ketiga pemain tersebut untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di Benua Biru itu. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Cristiano Ronaldo

Musim lalu, CR7 menikmati musim perdananya bersama Juventus setelah hengkang dari Real Madrid. Di usianya yang menginjak 34 tahun, Ronaldo ternyata masih mumpuni dan bisa menyarangkan 28 gol, serta  10 assistdi berbagai ajang untuk Si Nyonya Tua.

Kapten Tim Nasional Portugal itu juga membantu Juventus merengkuh scudetto kedepalan secara beruntun. Sayang, dia gagal membawa Klub Turin itu berjaya di Liga Champions, trofi yang sangat didambakan Juventini.

Kontribusi Ronaldo yang paling fenomenal di Eropa musim lalu ketika mencetak hattrick melawan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions dan mengantarkan timnya melaju ke perempat final, meski sebelumnya kalah 0-2 di Wanda Metropolitano.

Bersama negaranya, Ronaldo mengantarkan Portugal juara UEFA Nations League. Dia absen di fase grup dan baru bermain saat semifinal. Tapi pada kesempatan tersebut, mantan pemain Manchester United itu menciptakan hattrick ke gawang Swiss dan membawa negaranya menang 3-1. 

2. Lionel Messi

Memang, pemain yang dijuluki La Pulga itu hanya menyumbang satu trofi untuk Barcelona musim lalu yaitu La Liga. Messi gagal membawa pulang Copa del Rey dan Liga Champions ke Camp Nou.

Bersama Argentina, pesonanya juga kurang terpancar di Copa America 2019. La Albiceleste hanya bisa merebut peringkat ketiga, lantaran dikalahkan tuan rumah Brasil dengan skor 0-2 di semifinal.

Tapi catatan individu maestro berkaki kidal itu tak bisa diremehkan. Musim lalu, dia membukukan 51 gol dan 22 assist di semua kompetisi untuk Barcelona,??dengan rasio keterlibatan 1,46 gol per pertandingan.

Pemain berusia 32 tahun itu juga memenangkan Sepatu Emas Eropa keenam berkat 36 gol yang dicetaknya di La Liga. Messi juga menjadi top skor Liga Champions dengan torehan 10 gol.

3. Virgil van Dijk

Defender jangkung Belanda itu menjadi kandidat kuat untuk mengalahkan Messi dan Ronaldo. Bersama negaranya dan Liverpool, Van Dijk total membuat 59 penampilan dan mencetak sembilan gol serta memberikan empat assist musim lalu. 

Bek 28 tahun itu memainkan peran integral dalam evolusi pertahanan Liverpool sebagai salah satu tim terkuat Eropa. Buktinya, The Reds kebobolan 22 gol di Premier League, paling dari tim lainnya.

Belum sampai di situ, Van Dijk punya persentase duel sukses tertinggi di Eropa (76,3%) dan telah memenangkan lebih dari 70% pertempuran udara untuk Liverpool. Di Timnas Belanda, statistik mantan pemain Southampton itu sama bagusnya dengan tingkat keberhasilannya menang duel memperebutkan bola sebesar 73,4%.

Dengan statistik mentereng tersebut, Van Dijk menjadi salah satu tokoh protagonis dibalik keberhasilan Liverpool juara Liga Champions. Sayang, dia gagal mempersembahkan trofi untuk negaranya, karena kalah dari Portugal di final UEFA Nations League.

Sepanjang sejarah, seorang defender tidak pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa. Tetapi melihat catatan apiknya, Van Dijk digadang-gadang akan memecahkan mitos tersebut, nanti malam.

sumber: inews.id

Editor: sella.