HETANEWS

Dulu Dianggap Gila, Kini Jerih Payah Mbah Sadiman Dipuji dan Diberi Penghargaan

Mbah Sadiman (kanan) tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi Penuh Kebijakan) yang telah menanam puluhan ribu pohon di lereng Gunung Lawu selama 23 tahun.

Lawu, hetanews.com - Mbah Sadiman, begitu sapaan akrab kakek berusia 68 tahun asal pria asal Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Selama 23 tahun, dia mendedikasikan hidupnya untuk menanam dan merawat puluhan ribu pohon di lereng Gunung Lawu.

Impiannya sederhana, dia ingin memulihkan kondisi ekosistem di lereng Gunung Lawu. Hal ini bukan tak beralasan, semua bermula dari keresahannya atas kondisi kerusakan lingkungan, penebangan hingga penjarahan hutan yang berimbas pada masyarakat tempat tinggalnya.

Kondisi itu menyebabkan terjadinya kebakaran hebat melanda desanya. Tak hanya itu, saat musim kemarau desanya mengalami kekeringan. Petani tidak cukup mendapat air untuk tanaman dan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara di musim penghujan, banjir kerap datang melanda.

Sejak saat itu, Mbah Sadiman pun berkomitmen untuk menanam pohon di lereng Gunung Lawu tersebut. Selama 23 tahun, setidaknya telah 250 hektare lahan i Bukit Gendol dan Ampyang yang ditanaminya dengan lebih dari 11.000 tanaman. Semuanya dilakukan dengan tulus dan senyap, tanpa bayaran apalagi mengharapkan imbalan.

Atas jerih payah dan kegigihannya, Mbah Sadiman diganjar penghargaan Apresiasi Dukungan Insan Inspiratif. Penghargaan itu dia terima di kampung halamannya, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (25/8/2019).

“Apa yang telah dilakukan Mbah Sadiman ini kiranya bisa menjadi contoh bagi kita semua dan tentunya bisa mengikut jejak beliau dalam pelestarian lingkungan,” ujar Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, Minggu (25/8/2019).

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memberikan dukungan dan penghargaan kepada Mbah Sadiman sebagai tokoh penyelamat lingkungan yang gigih dan bekerja dengan semangat tanpa pamrih meski sudah memasuki usia lanjut.

Mendukung gerakan menanam dan merawat pohon seperti yang dilakukan Sadiman selama 23 tahun, Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Joko Sudarmo pun menyerahkan dana sejumlah Rp100 juta kepada Mbah Sadiman atas kepedulian yang tinggi kepada lingkungan dan kemanusiaan.

Mendapat semua penghargaan ini, Mbah Sadiman terharu dan sama sekali tak menyangkanya.

"Dulu, saya dianggap gila. Ketika masyarakat yang lain menanam tanaman pangan, saya malah menanam pohon beringin. Tapi sekarang, apa yang saya tanam itu bisa menghasilkan air untuk warga dan udara menjadi sejuk," ucap Mbah Sadiman.

Diketahui, sejak tahun 1996, Mbah Sadiman telah mengabdikan diri sebagai pekeja senyap dalam memulihkan ekosistem di lereng Gunung Lawu. Dia berperan menanam dan merawat puluhan ribu pohon yang berfungsi sebagai pengikat air penghidupan bagi warga desa dan sekitarnya. Berbagai tanaman, khususnya beringin, menjadikan desanya berlimpah air meskipun wilayah itu memasuki musim kemarau.

Mbah Sadiman memilih tanaman beringin karena memiliki kelebihan sebagai tanaman pencegah erosi. Beringin yang ditanamnya sejak tahun 1996 kini di bawahnya memunculkan mata air. Sekarang warga Desa Geneng di lereng Gunung Lawu sudah merasakan jerih payah dari seorang Mbah Sadiman dan masyarakat setempat mendapat aliran air secara gratis dan mandiri lebih dari 340 KK.

Apresiasi atas perjuangan dan kegigihan di bidang lingkungan seorang Mbah Sadiman juga mengundang pujian dari Kepala BNPB Doni Monardo. Ketika itu, Kepala BNPB memberi penghargaan kepadanya sebagai tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi yang Penuh Kebijakan).

“Meski usia sudah 68 tahun, beliau ini masih segar bugar dan semangat untuk menanam pohon. Pohon beringin yang ditanamnya juga dipercaya ada 'penunggunya', jadi warga tidak berani tebang. Ini unik dan menarik. Kita butuh ribuan orang seperti Mbah Sadiman," ujar Doni Monardo saat memberikan penghargaan di Graha BNPB, Jakarta, 1 Agusutus 2019.

sumber: inews.id

Editor: sella.