HETANEWS

Wali Kota Tanjungbalai Bantah Menyewa 100 Preman untuk Menghabisi Wartawan, Mahasiswa dan LSM

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di kantor Wali Kota, pada Rabu malam (28/8/2019). (ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com – Ucapan M Syahrial, Wali Kota Tanjungbalai yang mengatakan  "Untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Tanjungbalai ini sebenarnya kita tidak mau ambil pusing, cukup kita sewa saja seratus orang preman, suruh bacokin  Wartawan, Mahasiswa dan LSM yang ada di Tanjungbalai ini, yang buat masalah sehingga masalahnya cepat  selesai", mendadak jadi viral dan membuat heboh masyarakat, seperti dimuat di salah satu media online, yang terbit, pada Rabu (28/8/2019 ).

Dalam berita tersebut, Wali Kota Tanjungbalai, disebutkan mengucapkan perkataan itu saat Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan PT Nusantara Siana Eko Solusi (PT NSESOLUSI), menandatangani nota kesepahaman/MoU, terkait upaya proses daur ulang sampah dan penanganan sampah, serta pemberdayaan masyarakat, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Tanjungbalai.

Penandatangan dilakukan langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai, H M Syahrial, dengan Direktur Utama PT NSES, Eva Hajri, di Aula Balai Kota Tanjungbalai, pada Senin (26/8/2019), lalu.

Sontak saja, berita tersebut menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga.

Dan menelusuri kebenaran ucapan Wali Kota tersebut, puluhan wartawan langsung mendatangi Kantor Wali Kota Tanjungbalai, di Jalan Sudirman untuk mencari  jawaban dan klarifikasi, yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan, di kalangan Wartawan, Mahasiswa dan LSM.

Hetanews dan puluhan wartawan yang menunggu selama 5 jam, di depan ruangan, akhirnya berhasil bertemu Wali Kota, didampingi Darwan, selaku Kabag Humas dan Yusmada, Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dalam keterangannya, menyangkal mengeluarkan perkataan menyewa 100 preman untuk menghabisi Wartawan, Mahasiswa dan LSM tersebut. Kalau seandainya berita ini menjadi persoalan bagi kawan - kawan sekalian, pertama sekali saya meminta  maaf, ucap Syahrial.

Wali Kota juga mengatakan, bahwa berita di media online tersebut adalah "hoax" dan wartawan disarankan  untuk croscek ucapannya tersebut, benar atau tidak.

Dia juga mengatakan, sudah memanggil penulis berita tersebut untuk datang ke Kantor Wali Kota agar nantinya  menjelaskan kepada wartawan, agar masalah ini lurus dan terang benderang.

Namun sampai sekarang dia (penulis,red) pun tidak bisa dijumpai. Kalau seandainya ada penulis berita tersebut, di samping saya ini, mungkin dia bisa menyampaikan kepada kawan - kawan sekalian, jelas Wali Kota.

Karena Wali Kota mengatakan isi berita di media online tersebut adalah "hoax" lantas wartawan pun menanyakan, apakah akan menempuh jalur hukum, sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008? Namun lagi – lagi, Wali Kota memberi penjelasan yang mengambang (tidak pasti).

"Nantilah, kita tunggu si penulis berita itu mendatangi saya dan memberi penjelasan,"ucapnya tanpa merinci lebih lanjut.

Jawaban Wali Kota Tanjungbalai yang terkesan ragu - ragu ini, membuat wartawan kebingungan dan sepertinya masih menyimpan ‘sesuatu’.

Penulis: ferry. Editor: gun.
Komentar 2
  • Ibra Hermawan
    Kalau tidak merasa menyebutkan mengapa anda tidak lapor polisi pak, kenapa harus nunggu yg menulis datang?? Buktikan kalau memang anda berada di jalur yg benar!.
  • Ibra Hermawan
    Jalan satu satunya untuk mengetahui mana yg benar dan tidak, harus ada barang bukti rekaman saat walikota tersebut mengatakan hal itu. Dan saksi saksinya yg hadir saat itu yg bisa di percaya