HETANEWS

Hakim PN Siantar Tolak Gugatan Praperadilan Posma Sitorus

Sidang pembacaan putusan gugatan Prapid tersangka korupsi Dinas Kominfo Siantar dipimpin Hakim tunggal M Iqbal FJ Purba. Foto: BT

Siantar, hetanews.com - Pengadilan Negeri Siantar menolak gugatan Praperadilan Posma Sitorus, tersangka kasus dugaan korupsi proyek Smart City Tahun Anggaran 2017 oleh penyidik Kejari Siantar.

"Mengadili, menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim Tunggal M Iqbal Fahri Juneidy Purba dalam sidang pembacaan putusan yang di gelar di Ruang Chandra, Rabu, 28 Agustus 2019.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka Korupsi, Posma Sitorus Ajukan Praperadilan

Hakim Iqbal mengatakan, penetapan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Siantar sudah sesuai prosedur yang disertai bukti permulaan yang cukup.

"Dalam arti sudah melalui proses hukum yang benar," ujarnya.

Sidang Prapid tidak dihadiri Posma Sitorus. Ia diwakili oleh penasehat hukumnya dari Advokat Sarles Gultom.

Sedangkan pihak Kejari oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Siantar Dostom Hutabarat dan Kasubagbin Dede Setiawan.

Diberitakan, Kejaksaan Negeri Siantar menetapkan dua pejabat di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Siantar Posma Sitorus dan Acai Tagor Sijabat sebagai tersangka dugaan korupsi proyek smart city. Penyidik kejaksaan mengendus kerugian negara mencapai Rp500 juta rupiah di proyek tahun anggaran 2017. Proyek ini menelan anggaran sektar Rp3 Miliar.

Baca juga: Kejari Siantar Tetapkan Kadis Kominfo dan Sekretaris Tersangka Korupsi Proyek Smart City

Penulis: bt. Editor: bt.