HETANEWS

1 TNI dan 3 Polisi Kena Panah Saat Amankan Demo di Deiyai Papua

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (foto/Nur Azizah Rizki)

Jakarta, hetanews.com - Satu orang anggota TNI dan tiga polisi terluka saat mengamanatkan unjuk rasa di Deiyai, Papua. Mereka terluka karena terkena anak panah.

"Jatuh korban dari aparat TNI ada 1, kemudian dari aparat kepolisian ada 3 orang. (Kena) panah semua," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019).

Dedi menjelaskan, massa di Deiyai menuntut bupati menyetujui referendum. Massa itu berjumlah sekitar 150 orang.

"Terkait masalah unjuk rasa yang dilakukan kelompok masyarakat kurang lebih berjumlah 150 orang, menuntut bupati menandatangani persetujuan referendum, namun dari 150 orang itu berhasil dinegosiasi oleh aparat kepolisian," ujarnya.

Dedi mengatakan, saat proses negosiasi berlangsung massa lainnya datang membawa senjata tajam. Mereka langsung melakukan penyerangan pada aparat.

"Pada saat proses negosiasi itu sedang berlangsung, muncul kurang lebih sekitar ribuan masyarakat dari berbagai macam penjuru dengan membawa sajam dan panah, langsung melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan," ungkapan. 

sumber: detik.com

Editor: sella.