HETANEWS

Trump Tak Akan Bantu Mediasi India-Pakistan soal Ketegangan di Kashmir

Presiden AS Donald Trump dan PM India Narendra Modi bertemu di sela-sela KTT G-7 di Biarritz, Perancis

AS, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya tidak perlu membantu dan menggelar mediasi antara Pakistan dan India terkait ketegangan di Kashmir. Pasalnya, menurut Trump, Perdana Menteri India Narendra Modi sudah bisa mengendalikan situasi di Kashmir.

Pada 5 Agustus, pemerintahan nasionalis Hindu yang dipimpin Narendra Modi menghapus status otonomi Kashmir, teritori yang dihuni oleh mayoritas Muslim. Puluhan ribu orang tewas dalam pemberontakan terhadap kekuasaan India atas Kashmir sejak 1989, kebanyakan warga sipil.

Sebelumnya bulan ini, Trump mengatakan siap untuk berperan. Namun dalam pertemuan dengan Modi dalam KTT G-7 di Biarritz, Prancis, Trump mengatakan hal itu tak lagi diperlukan,

"Perdana Menteri (Modi) merasa dia benar-benar sudah mengendalikan situasi di sana," kata Trump, Selasa (27/8/2019).

Trump menambahkan, dia dan Modi sudah bicara panjang lebar soal Kashmir pada Minggu (25/8/2019).

Keputusan India mencabut status otonomi Kashmir membuat Pakistan marah. Pakistan sudah dua kali berperang melawan India sehubungan masalah kawasan tersebut, dan PM Imran Khan mengatakan akan terus memperjuangkan hak-hak warga Kashmir.

Khan mengatakan, dia merencanakan tur diplomatik dalam waktu dekat dan akan mengangkat isu ini di forum-forum internasional termasuk Sidang Umum PBB yang digelar September.

Pembicaraan Trump–Modi berlangsung di saat aksi protes masih terjadi di Kashmir. India 
mengirim pasukan tambahan ke Kashmir, sebelumnya sudah ada setengah juta tentara mereka di sana.

sumber: inews.com

Editor: sella.