HETANEWS

Perkasa Lawan Dolar AS, Rupiah Sesi Pagi Berada di Rp14.238

Kurs rupiah menguat.

Jakarta, hetanews.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Selasa (27/8/2019) menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau masih berada di level psikologis Rp14.200 per dolar AS. 

Data Bloomberg pukul 10.02 WIB menunjukkan, rupiah menguat 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.238 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.242 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.227-14.243 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.243 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 9 poin atau 0,06 persen menjadi Rp14.235 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.244 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.235 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.230-14.244 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 26 poin menjadi Rp14.235 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.261 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen perang dagang AS dan China. "Dalam transaksi hari ini, eskalasi perang dagang masih dominan sehingga rupiah masih akan melemah walaupun tipis," kata di Jakarta, Selasa.

Ibrahim memprediksi pada hari ini rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp14.210 per dolar AS hingga Rp14.295 per dolar AS.

Pada Jumat (23/8/2019) lalu, pemerintah China menyatakan bahwa pihaknya akan mengenakan tarif balasan terhadap barang-barang tambahan senilai 75 miliar dolar AS asal Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump merespons langkah tersebut dengan mengumumkan tarif tambahan untuk impor China. Trump juga meminta perusahaan-perusahaan AS untuk memindahkan operasionalnya dari China ke negara lain, termasuk kembali ke AS.

Namun, pernyataan Trump baru-baru ini meningkatkan harapan untuk meredanya perang dagang AS-China. Trump mengatakan China telah menghubungi pejabat perdagangan AS semalam untuk kembali ke meja perundingan.

sumber: inews.id

Editor: sella.