HETANEWS

Warga Tuding Pembongkaran Rumah di PTPN IV Pabatu “Semena – mena”

Rumah di areal PTPN IV Pabatu yang ditempati oleh warga pensiunan yang dibongkar oleh pihak PTPN IV Pabatu. (foto/dmk)

Sergai, hetanews.com - Pembongkaran rumah, di areal PTPN IV Pabatu yang dilakukan pihak PTPN IV Pabatu, di  Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dianggap warga tindakan yang "semena mena".

Sebab menurut warga di sana, tindakan yang dilakukan pihak PTPN IV Pabatu tersebut, tidak ada surat pemberitahuan hingga tiga kali, melainkan hanya satu kali dan langsung dieksekusi.

Sehingga warga yang masih menempati rumahnya, seolah tidak mengetahuinya.

Ironisnya, meteran PLN sudah dicabut atau diputus oleh pihak PTPN IV Pabatu, pada hari Jumat yang lalu, sehingga membuat warga di sana harus rela menderita dan gelap - gelapan.

Diketahui sebelumnya, warga yang berdomisili di rumah milik PTPN IV Pabatu ini adalah karyawan pensiunan dari PTPN IV Pabatu, atau anak - anak pensiunan yang notabene saat ini bukan karyawan di PTPN IV Pabatu.

Ronal Sipahutar, selaku warga saat dikonfimasi hetanews.com, Senin (26/8/2019), mengaku kecewa terhadap pihak PTPN IV Pabatu.

Warga yang kecewa atas pembongkaran rumah yang dilakukan pihak PTPN IV Pabatu. (foto/dmk)

Menurutnya, PTPN IV Pabatu juga salah dalam hal ini.

"Awalnya, kami diperbolehkan menempati rumah ini, namun setelah itu, tidak ada sepucuk surat perjanjian yang diberikan kepada kami. Misalnya, apabila diperlukan harus siap mengosongkan rumah,"ujarnya kecewa.

Lebih lanjut dikatakannya, "kami juga pernah bertemu dengan bapak GM (general manager) Fauzi Umar dan beliau, mengizinkan kami tetap tinggal disini,"ucapnya kembali seraya berharap, " kami mohon kami tetap diizinkan tinggal disini. Kemudian rumah yang sudah dibongkar kami mohon diberikan rumah yang kosong, yang membuat kami bingung anak kami pun sekolah disini, kalau lah mau pindah kami gak punya uang,"ungkapnya.

Menanggapi tudingan warga yang menganggap PTPN IV ‘semena – mena’ terhadap warga, Asisten SDM PTPN IV, kepada hetanews.com melalui aplikasi WhatsApp, Senin (26/8/2019), menyangkal tudingan tersebut.

"Perumahan untuk karyawan bukan untuk orang luar lae," tulisnya.

Lalu Ketika hetanews.com menanyakan, kenapa pada saat itu mereka diizinkan tinggal, bahkan puluhan tahun?  "Gak tau lae yang pasti semua bakal di bongkar lae," tulisnya kembali. 

Penulis: dmk. Editor: gun.