Samosir, hetanews.com - Darmawati Sijabat, salah satu warga desa Huta Bolon, kecamatan Pangururan, harus menelan pahit dari niat tulusnya, membantu program PKH yang digelontorkan Kementerian Sosial, bagi warga miskin di seluruh Indonesia, terlebih di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Niat baik Darmawati Sijabat, dibuktikanya dengan mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Samosir dan juga menelepon salah satu Kabid yang membidangi Program Keluarga Harapan (PKH) yang sekaligus mempertanyakannya kepada Kabid yang membidanginya.

Lagi - lagi jawaban yang diterima Dermawati, malah membuat hatinya kecewa dan teriris, dengan ucapan yang tidak pantas dia dengarkan dari salah satu Kabid pada Dinsos tersebut.

Darmawati tadinya, hanya ingin mempertanyakan kapan pendamping desa mereka akan turun ke desa Huta Bolon, agar dia dan warga yang lainnya tau dan siap menunjukkan siapa - siapa saja warga yang ekonominya mapan, namun menerima program PKH itu.

Ketika hal ini dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/8/2019), lalu, Darmawati Sijabat mengatakan, “mereka (Dinsos Samosir,red) sudah janji mau turun ke desa kita. Ketika akhir bulan Juli 2019 kemarin, bersama mamaku, saya mendatangi kantor itu dan mereka janji akan turun bulan Agustus 2019. Kebetulan, kami juga belum pernah sempat kesana, ucap salah satu pegawai Dinsos itu keoada saya. Makanya kemrin, saya telepon lagi Kabid tersebut. Banyak di sini ito, warga di desa ini, yang miskin dan layak menerima program PKH, tapi realita di lapangan, mereka terabaikan tidak menerima itu. Saya hanya mau membantu hak mereka saja, tidak ada kepentingan pribadi saya dalam hal ini, “ujarnya.

Dan ketika hal ini dikonfirmasi, Kabid membidangi PKH, Jenni Br Purba,  mengatakan, “Maaf ito, saya lagi ada acara di  Parsaoran Sitiotio sambil berkata oke,”jawabnya melalui ponsel, kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019), lalu, sekitar pukul 11.47 WIB. Hingga akhirnya berita ini naik kemeja redaksi.