HETANEWS

Pertama Kali, Polisi Hong Kong Lepaskan Tembakan saat Bentrokan Aksi Protes

Petugas polisi mengarahkan senjata ke pengunjuk rasa selama bentrokan keras di Tsuen Wan. Polisi juga menggunakan meriam air selama protes untuk pertama kalinya.

Hong Kong, hetanews.com - Polisi Hong Kong menggunakan meriam air untuk pertama kalinya saat aksi protes terjadi; dan setidaknya satu petugas menembakkan pistolnya selama bentrokan dengan para demonstran, Minggu (25/8/2019).

Aksi unjuk rasa sore di distrik Tsuen Wan berubah menjadi konfrontasi antara demonstran dan polisi. Beberapa petugas kalah jumlah dengan demonstran.

Demonstrasi pada Minggu (25/8) disebutkan menjadi hari yang paling mencekam sepanjang gelaran aksi penolakan RUU Ekstradisi sejak Maret lalu.

Sebagian massa yang merupakan pemuda bertopeng melemparkan batu dan membawa tongkat pemukul. Sejumlah polisi pun akhirnya mengeluarkan senjata.

"Yang saya ketahui, tembakan itu diletuskan oleh seorang kolega (kepolisian)," kata Inspektur Leung Kwok Win, seperti dilaporkan AFP, Senin (26/8/2019).

"Sejauh ini yang saya tahu seorang polisi berseragam yang menembakkan senjatanya," tegasnya.

Tidak jelas ke mana tembakan itu diarahkan. Namun, dapat dipastikan tembakan itu meletus untuk kali pertama sejak demonstrasi meletus tiga bulan lalu.

Kini, aksi massa mengancam pusat keuangan Hong Kong yang dinilai mulai mendukung RUU Ekstradisi.

Minggu sebelumnya, saat ribuan orang berbaris dengan damai di tengah hujan lebat, sekelompok pemrotes mendirikan penghalang dan melemparkan batu bata serta bom molotov ke polisi anti-huru hara.

Setelah menembakkan gas air mata dalam upaya membubarkan kerumunan, polisi mengendarai kendaraan meriam air ke jalan-jalan untuk pertama kalinya selama aksi protes.

Sejak Maret 2019, warga Hong Kong memulai aksi unjuk rasa menolak RUU Ekstradisi yang diinisiasi pemerintah. RUU ini mengusulkan perubahan perjanjian ekstradisi yang memungkinkan kriminal yang tertangkap di Hong Kong diekstradisi ke China.

Hal ini memicu aksi yang lebih luas dan para demonstran menuntut reformasi penuh dalam pemerintahan.

sumber: inews.id

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.