HETANEWS

Perampok Bobol Sebuah Gudang, Uang Rp 210 Juta Amblas

Perampokan gudang di Madiun/Foto: Sugeng Harianto

Madiun, hetanews.com - Gudang produk Mayora PT Cipta Niaga Semesta (CNS) di Madiun dirampok. Perampok membawa kabur uang tunai Rp 201 juta dari brankas, Sabtu (24/8) dini hari.

Dari gudang di Jalan Basuki Rahmat No 3A Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pelaku juga menyekap dua security yang sedang jaga saat itu.

Saat itu salah satu security yang sedang tidur dibangunkan dua pria membawa parang sambil mengancam agar tidak berteriak. Lantas tangannya diikat. Sedangkan satu security lainnya yang sedang mengecek kondisi gudang juga ikut disekap. Setelah itu ketiga pelaku melakukan aksinya.

"Untuk kejadian perampok memang ada kemarin, sebelum kejadian toko emas di Magetan," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu saat dihubungi, Minggu (25/8/2019).

Perampokan di gudang tersebut, jelas kapolresta, berhasil membawa kabur brankas berisi uang tunai sebesar Rp 201 juta. Uang itu setoran hasil penjualan produk.

"Untuk kasusnya sudah ditangani reskrim, infonya uang hampir 201 juta yang dibawa pelaku," ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Haryono menuturkan pelaku berjumlah tiga orang. Sedangkan dua security yang disekap yakni Lukman Taufik (39) warga Jalan Sri Mulyo Kelurahan Kelun Kecamatan Kartoharjo dan Hermantoro (27) warga Sri Agung Kelurahan Kelun.

"Pelaku ada tiga, masuk gudang dan menyekap dua security yang bertugas. Pelaku juga menodongkan senjata parang, sambil mengancam untuk tidak berteriak," ujarnya.

Kejadian itu, kata kasat, terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Kasat menuturkan pelaku membawa uang tunai Rp 201 juta. Rinciannya brankas berisi Rp 195 juta, sisanya uang kas dan uang pribadi karyawan yang ada dalam laci meja kantor.

Kini polisi memburu tiga pelaku tersebut. Sementara polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.

Saat ditanya kasus perampokan di gudang ada hubungannya dengan perampokan emas di Magetan, baik kasat dan kapolres mengelak. "Bukan itu jaringan Jateng yang infonya sudah tertangkap," ujar kasat.

sumber: detik.com

Editor: gun.