HETANEWS

Proses Hukum 5 Kapal Ilegal Hasil Tangkapan Bakamla RI Diserahkan ke Polda Babel

Bakamla RI dan jajaran bersama Polda Babel saat jumpa pers penangkapan lima kapal ilegal. (foto/Puspen TNI)

Babel, hetanews.com - Tim Operasi Khusus (Opsus) Bakamla RI atau lndonesian Coast Guard (IDNCG) menangkap lima kapal yang diduga melakukan kegiatan illegal di wilayah perairan Bangka Belitung (Babel). Kelima kapal ini terdiri atas satu Kapal Isap Pasir (KIP) Timah dan empat kapal SPOB/MT, penyuplai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S Irawan penangakan ini hasil operasi tim dengan menggunakan KN Bintang Laut-401. Saat ini penyidikan sudah dilakukan tim yang berwenang dan hasilnya diserahkan ke Polda Babel. Penyerahan ini diterima Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet Hadi Supraproyo.

"Tertangkapnya pada hari Minggu (18/8), sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan. Kemungkinan mereka ini memanfaatkan hari libur seperti itu,” ujar Irawan saat jumpa pers di atas Kapal KN Bintang Laut-401 di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, Kabupaten Bangka, Privinsi Babel, Sabtu (24/8/2019).

Dia mengungkapkan, sepanjang 2019, terdapat sebanyak 21 kasus kapal illegal di perairan Indonesia. Namun khusus di Babel baru kali ini. “Di Babel baru satu kasus. Dan ini menurut saya yang terbesar, karena lima kapal kami tangkap dalam satu hari,” katanya.

Laksda Irawan menjelaskan, sejumlah kesalahan yang dilakukan empat kapal tanker tersebut antara lain, kapal tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), tidak memiliki izin transpor BBM di tengah laut, perijinan kapal tanker tidak terdaftar di Pertamina, izin harga minyak tidak ada dan terakhir kualitas minyak tidak sesuai dengan Pertamina.

“Khususnya Kapal (KIP) Timah, kesalahannya tidak mengantongi izin dalam melakukan aktivitas penambangan,” ucapnya.

Menurutnya, dalam penanganan kejahatan di laut, pihaknya terus bersinergi dengan unsur terkait. Khususnya menumpas masalah BBM illegal dan pengerukan sumber daya alam di Indonesia. "Hari ini saya serahkan kasus ini kepada Polda Babel," tuturnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Sestama Bakamla didampingi Kepala Unit Penindakan Hukum (UPH) Bakamla Laksma Bakamla P Warsito, Kasubdit Perumusan Kebijakan Bakamla Kolonel Bakamla Hendry Marulitua, Wakapolda Bangka Belitung Kombes Pol Slamet Hadi Supraproyo, Danlanal Letkol Laut (P) M Taufiq, Kepala SPKKL Bangka Belitung Mayor Bakamla Ibnu Mufid Inung, dan empat PPNS ESDM.

sumber: inews.id

Editor: sella.