HETANEWS

Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi dan akan Memberi Penghargaan pada Hotel Tresya Terkait Izin OSS

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dalam acara FGD mengenai air baku.

Tanjungbalai, hetanews.com – Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, memberi apresiasi kepada Hotel Tresya, di Jalan Sudirman KM 7, karena yang pertama mengurus izin usaha secara OSS atau Online Single Submission. 

OSS ini, diberikan Pemerintah Daerah kepada Pelaku Usaha, melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Bukan hanya itu,  saya juga akan memberikan penghargaan kepada Hotel Tresya karena mengurus izin usaha, melalui sistem OSS tersebut,  ujar Wali Kota Tanjungbalai saat dirinya menjadi salah satu ahli panel, dalam Forum Group Discussion On Securing Water  Hotel Grand Singgie, jalan Sudirman Tanjungbalai, Jumat (23/8/2019) lalu, yang dihadiri Direktur UNESCO Asia Pasifik, Prof Dr Syahbaz Khan, Dekan USU serta akademisi,  tokoh masyarakat serta wartawan.

Sebelumnya,  Pemko Tanjungbalai dan berdasarkan kesepakatan pihak Forkopimda, telah menyegel sementara pusat hiburan, baik itu PUB/Diskotik maupun KTV yang ada di hotel tersebut, karena sejak berdiri pada 2009 lalu, tidak memiliki izin hiburan dan yang ada hanya izin hotel, pada Jumat (3/5/2019), lalu.

Wali Kota  juga menyampaikan, bahwa semua perusahaan di Tanjungbalai ini tidak memiliki Izin analisis mengenai dampak lingkungan  (Amdal). Kebanyakan perusahaan di kawasan Teluk Nibung, tersebut mencemari lingkungan, sehingga berdampak pada lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, katanya.

Dalam waktu dekat ini,  Pemerintah Kota akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan ini dan pastinya kita akan memberi barcon  (barang contoh)  kepada satu perusahaan terlebih dahulu dengan tindakan tegas, katanya.

Kemarahan Wali Kota ini bukan tidak beralasan, karena akibat pembuangan sisa limbah yang diduga dibuang ke aliran sungai, membuat air sungai tercemar dan itu merupakan salah satu faktor terkendalanya pihak PDAM Tirta Kualo untuk menyajikan air bersih kepada masyarakat.

Karena selama ini, Pemko Tanjungbalai terus melakukan berbagai macam terobosan, guna menyahuti dan melayani ketersediaan dan kualitas air bersih bagi warganya.

Dalam hal ini, problematika terkait pelayanan air bersih di Kota Tanjungbalai hingga saat ini terus memang masih belum maksimal.

Guna mewujudkan hal tersebutlah, PDAM Tirta Kualo menjalin kerjasama dengan badan dunia PBB, yakni, UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization), dalam rangka pelaksanaan penelitian terkait permasalahan air, di Kota Tanjungbalai.

Kondisi seperti ini, kata Wali Kota, sangat berpengaruh pada keterbatasan kemampuan pengolahan air bersih, sehingga air yang kita distribusikan ke pelanggan/warga juga menjadi berkurang.

Sedangkan pada musim kemarau, ungkap Wali Kota, air sungai mengalami penurunan drastis. Sehingga sangat tergantung pada sumber air yang ditampung pada bendungan yang dikelola PDAM Tirta Kualo.

Penulis: ferry. Editor: gun.