HETANEWS

Tenggelam Usai Tebar Jaring Ikan, Nelayan Situbondo Ditemukan Tewas

Foto: Ghazali Dasuqi

Situbondo, hetanews.com - Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan laut Situbondo. Kali ini, nelayan asal Dusun Pondok Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang menjadi korban. Nelayan bernama Junaidi (29), itu sempat tenggelam ke dasar laut sesaat setelah menebar jaring ikan. Peristiwa nahas itu terjadi di perairan laut Desa Sumberwaru Kecamatan setempat.

Jasad korban baru berhasil dievakuasi sekitar 2 jam kemudian. Evakuasi dilakukan seorang penyelam tradisional bernama Imam hingga ke dasar laut sedalam sekitar 20 meter. Sayang, saat diangkat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Jasad korban langsung dievakuasi ke daratan, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.

"Evakuasi korban dilakukan penyelam tradisional pencari ikan hias. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Sabtu (24/8/2019).

Keterangan yang diperoleh, menyebutkan korban berangkat dari rumah untuk mencari ikan sekitar pukul 06.00 Wib. Dia menumpang kapal motor bernama Kota Baru milik Nur Salam (42), bersama 13 ABK lainnya. Rombongan nelayan ini bertolak dari pesisir pantai Pondok Mimbo, Desa Sumberanyar.

Sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan nelayan ini tiba di lokasi yang dituju, yakni di perairan air tawar Ketapang Desa Sumberwaru, untuk mencari ikan. Mereka pun kemudian menebar jaring ikan, seme korban turun ke laut untuk menjaga dan memegang ujung jaring ikan. Setengah jam kemudian, korban mendekat ke perahu untuk naik. 

Namun, di jarak sekitar 3 meter sebelum sampai ke perahu, tubuh korban tiba-tiba tenggelam. Bisa jadi korban kelelahan atau bisa juga karena faktor lain. Melihat korban tenggelam, salah satu ABK langsung berinisiatif melompat dan menyelam berupaya menolong korban. Namun, tubuh korban gagal dipegang hingga terus meluncur ke dasar laut.

Baru sekitar pukul 09.30 WIB, tubuh korban berhasil ditemukan. Evakuasi dilakukan dengan cara diselami oleh penyelam tradisional bernama Imam (35) bersama kru pencari ikan hias lainnya.

"Namun, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka," papar Puriyono. 

sumber: detik.com

Editor: sella.