HETANEWS

TNI Paparkan Jaringan KKB yang Baku Tembak dengan Polisi di Wamena

Ilustrasi garis polisi. (int)

Wawena, hetanews.com - Tim gabungan TNI dan Polri masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terlibat baku tembak dengan polisi di Wamena, Jayawijaya, Papua. Berdasarkan hasil analisis aparat, KKB tersebut diduga masih terkait dengan kelompok lama pimpinan Yusak yang bermarkas di Piramid, Wamena. 

Kelompok tersebut diduga merupakan pelaku perampasan senjata milik Polsek Aphalapsili, Polres Jayawijaya, Kabupaten Yalimo pada 15 November 2012. Dalam kejadian itu, 5 pucuk senjata dan ratusan butir amunisi dibawa kabur KKB.

"Senjata KKB ini merupakan senjata Polsek Aphalapsili yang dirampas KKB tahun 2012 lalu," ujar Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol (Inf) Chandra Dianto, Sabtu (24/8/2019).

Namun belakangan ini, kata Chandra, kelompok tersebut telah berkolaborasi dengan kelompok Egianus Kogoya yang berada di wilayah Kabupaten Nduga juga berkolaborasi dengan kelompok Purom Wenda di Lanny Jaya. 

"Egianus dan pengikutnya berencana susupi aksi massa di Wamena. Dalam rencana aksinya, Egianus tidak beraksi sendiri, melainkan mengajak kelompok di Wamena dan Lanny Jaya," ungkap Chandra.

Kelompok bersenjata di Wamena merupakan kelompok pecahan yang pernah dipimpin oleh Yusak. Sementara kelompok bersenjata di Lanny Jaya masih dibawah komando Enden Wanimbo dan Purom Okiman Wenda. 

"Kalau Wamena dulu dipimpin Yusak, tapi tidak tahu apakah masih aktif atau tidak," kata Candra menjelaskan. 

Candra menyebutkan, Egianus Kogoya telah kembali ke arah Distrik Mbua melalui jalur Habema pasca kontak tembak di Pasar Jibama, Kabupaten Jayawijaya. 

"Egianus sudah termonitor kembali dengan berjalan kaki. Informasnya, Egianus kembali ke Kenyam, Ibukota Nduga untuk melancarkan aksi (serangan)," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, baku tembak terjadi di Pasar Jibama, Wamena. Saat itu, dua polisi sedang melakukan penyelidikan terkait letusan senpi anggota KKB pada Kamis (22/8). 

Polisi melihat ada 5 anggota KKB dalam pasar, dua orang di antaranya membawa senjata laras panjang. Kelima anggota KKB ini berpencar saat tahu gerak-geriknya diawasi.

Empat anggota KKB lari ke belakang pasar, satu orang lainnya berupaya kabur dengan masuk ke mobil. Anggota KKB yang berada dalam mobil tewas. Polisi menemukan senjata api jenis revolver dengan 13 peluru di dalam senpi, juga di kantong pakaian. 

Sementara itu, satu polisi terluka karena tembakan di paha sebelah kanan. Seorang penjaga keamanan pasar juga terkena tembakan di bagian perut. Kedua orang ini dirawat di RSUD Wamena.

Seusai baku tembak, tim gabungan mengejar 4 anggota KKB yang melarikan diri ke belakang pasar wilayah perbukitan itu. 

sumber: detik.com

Editor: sella.