HETANEWS

Dua Mahasiswa USU, Antoni Marbun Asal Parbotihan dan Yogi Napitupulu Asal Papua Tewas di Aceh

Kedua mahasiswa (tengah) yang dikabarkan terseret ombak, usai melaksanakan sidang beberapa waktu lalu.

Medan, hetanews.com - Dua mahasiswa USU asal Medan Sumatera Utara dan Abepura, Kota Jaya Pura terseret ombak setelah jatuh ke laut di kawasan objek wisata Tapak Tuan Tapa, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan Jumat pagi (23/8/2019) sekira pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh mereka bernama Antoni Marbun (23) asal Parbotihan, Sumatera Utara dan Bonano Yogi Napitupulu (22) Abepura, Kota Jaya Pura, Provinssi Papua dan merupakan mahasiswa Universitas Sumatra Utara (USU).

Korban atas nama Antoni Marbun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan Bonang Yogi Napitupulu hingga kini belum ditemukan dan sedang dalam upaya pencarian oleh Tim SAR dan instansi terkait.

Kedua korban yang tenggelam ini disebut-sebut Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Jurusan Kehutanan, yang sedang melakukan penelitian di Aceh Selatan.

"Mereka yang ke lokasi Tapak tiga orang, yang dua orang turun ke Tapak sedangkan satu lagi tidak jadi turun.

Begitu sampai di lokasi Tapak, keduanya langsung dihempas ombak dan terjatuh ke laut," ungkap warga sekitar.

Begitu mengetahui kejadian tersebut, warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat untuk diteruskan ke BPBD dan SAR Aceh Selatan.

Lokasi wisata Tapak Tuan Tapa

Mendapati informasi itu, Tim BPBD, SAR, petugas KPLP dan personel Polres Aceh Selatan langsung turun ke lokasi melakukan pencarian.

Alhasil, satu orang di antaranya berhasil ditemukan sesaat kejadian dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengapung di dekat lokasi kejadian.

Setelah dievakuasi oleh tim gabungan, jenazah korban dibawa ke RSUD-YA, sedangkan jenazah satu orang lagi hingga berita ini di turunkan masih dalam upaya pencarian. 

Beredar luas di media sosial soal peristiwa yang dialami kedua mahasiswa kehutanan USU, keduanya tewas usai terseret ombak saat sedang melakukan penelitian di lokasi wisata Tapak Tuan Tapa.

Ucapan duka pun langsung mengalir dan turut berbelasungkawa atas kematian keduanya.

RIP

Pinabotohon tu sude dongan sahuta Onan Ganjang, Parbotihan sekitarnya, Atik adong mananda ito on. Kebetulan sa alumni Hami di kehutanan USU. Asa marsipaboan Hita tu keluarga ta. Atik dang sahat Dope info tu Nasida.

Tlg d Bantu melacak keluarga yg bersangkutan

Ini alumni kehutanan Usu stambuk 2015, saat ini berada d tapaktuan, aceh selatan Dan dinyatakan meninggal Karena terseret ombak laut d tuan tapak

Kabar duka dan mohon doa dari semua...
Ada 2 orang alumni kita yg baru lulus sidang yg hanyut di Pantai Tapak Tuan, yaitu:
1. Bonano Napitupulu
2. Antonio Marbun

Untuk Antonio sudah ketemu, dalam kondisi Meninggal. Kabar Bonano belum ketemu.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE meminta Dinas Pariwisata Aceh Selatan, menempatkan petugas di lokasi objek wisata Tapaktuan Tapa di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh.

"Perlu ditempatkan petugas di lokasi objek wisata Tapak, supaya pengunjung yang baru datang ada yang mengawasi ketika mau turun ke lokasi Tapak," papar Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE disela berlangsungnya upaya pencarian terhadap dua warga asal Sumatera Utara (Sumut) yang tenggelam di lokasi Tapak, Jumat (23/8/2019).

Hal senada juga disampaikan Zulkarnaini, warga Tapaktuan.

Menurutnya, Dinas Pariwisata Aceh Selatan harus menyiagakan petugas di lokasi Tapak, agar setiap pengunjung yang turun ke lokasi Tapak bisa dicegah, terutama pada hari - hari tertentu yang menurut warga setempat 'hari pantangan'.

"Kejadian sering Hari Jumat, jadi hari-hari pantangan seperti ini, baiknya jangan diizinin masuk pengunjung ke lokasi Tapak," saran Zulkarnaini.

Pantauan Serambinews.com, hingga berita ini diturunkan proses pencarian terhadap satu orang lagi warga asal Sumut tersebut masih berlangsung.

Melalui WhatsApp pada Jumat (23/8/2019) sore, Rektor USU Prof Runtung Sitepu mengatakan bahwa informasi yang diterima dari Dekan Fakultas Kehutanan dua orang yang tersapu ombak sudah lulus ujian skripsi.

"Menurut Dekan Fakultas Kehutanan dua orang yang tersapu ombak di Tapak itu sudah lulus ujian skripsi dari Fakultas Kehutanan. Dan atas inisiatif pribadi ikut Proyek Surveyor Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Runtung, setelah selesai bekerja mereka singgah di Tapak dan mereka tersapu ombak.

"Jadi bukan melakukan penelitian.

Kebetulan saya baru tiba di Medan dan mendapat kabar dari Dekan Fakultas Kehutanan Dr Siti Latifah, jadi untuk informasi lebih lengkap mohon dihubungi," pungkasnya.

  • Bukan Penelitian

Pada peristiwa nahas yang dialami kedua mahasiswa USU yang telah menyelesaikan skripsi tersebut bukan merupakan penelitian melainkan melakukan pekerjaan.

Dilansir dari Serambinews.com di mana warga mengatakan bahwa kedatang mahasiswa tersebut diduga ingin melihat pantai Tapak Tuan.

"Mereka yang ke lokasi Tapak tiga orang, yang dua orang turun ke Tapak sedangkan satu lagi tidak jadi turun. Begitu sampai di lokasi Tapak, keduanya langsung dihempas ombak dan terjatuh ke laut," ungkap warga sekitar.

Mengetahui hal tersebut, warga pun kemudian melaporkannya ke Polsek setempat dan diteruskan ke BPBD dan SAR Aceh Selatan.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, Tim BPBD, SAR, petugas KPLP dan personel Polres Aceh Selatan langsung turun ke lokasi melakukan pencarian.

Alhasil, satu orang di antaranya berhasil ditemukan sesaat kejadian dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengapung di dekat lokasi kejadian.

Setelah dievakuasi oleh tim gabungan, jenazah korban dibawa ke RSUD-YA, sedangkan jenazah satu orang lagi hingga berita ini di turunkan masih dalam upaya pencarian.

Kabar dua mahasiswa USU tersebut pun beredar luas di media sosial terkait peristiwa yang dialami kedua mahasiswa kehutanan USU.

Terpisah, Humas USU, Elvi mengatakan bahwa pihaknya baru mendapat kabar dari Fakultas yang bersangkutan.

"Ya, kami baru mendapat kabar dari fakultas kehutanan. Untuk kedua anak tersebut, baru lulus dari fakultas kehutanan USU beberapa minggu lalu. Namun keduanya belum wisuda," jelasnya.

Saat disinggung terkait keberangkatan mahasiswa ke Aceh, Elvi menerangkan hal yang senada dengan Rektor USU bahwa keduanya mengikuti projek surveyor indonesia ke Tapak Tuan.

"Jadi bukan dalam rangka penelitian tugas akhir atau terkait kampus. Perihal kronologis lebih jelasnya sekarang perwakilan dosen dan ketua departemen dari fakultas kehutanan telah berangkat menuju Tapak Tuan untuk melakukan pengumpulan informasi," jelasnya.

Hingga kini, lanjut Elvi, pihaknya masih masih menunggu informasi dari tim yang berangkat ke lokasi.

"Kami dari keluarga besar usu turut berdukacita dan turut merasa kehilangan untuk mahasiswa yang telah menjadi korban dalam pelaksanaan pekerjaan mereka," pungkasnya.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.