HETANEWS

Cerita Mendagri Nebeng Pengawal Akibat Mobil Dinas Mogok

Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mensos Agus Gumiwang

Jakarta, hetanews.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mendukung rencana pembelian mobil dinas baru. Alasannya karena kendaraan dinas yang setiap hari digunakannya sudah mulai mengalami kendala.

Dia mengaku mobil dinasnya juga sering mogok. Alhasil dia kerap berhenti sejenak untuk berpindah ke mobil patroli pengawalnya.

"Mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau saya sering turun di jalan, pindah ke mobil patroli pengawal (patwal) karena mendadak mogok di jalan," katanya melalui pesan singkatnya, Sabtu (24/8).

Politikus PDIP itu mengungkapkan, pemerintah akhirnya tetap harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit setiap kali mobil dinas mogok. Sehingga, dia menilai, pembelian mobil dinas baru lebih efisien.

"Biaya perbaikan cukup mahal walau kantor yang bayar; dan yang penting, mobil dinas dipakai untuk kegiatan dinas dan tidak untuk kegiatan pribadi atau keluarga," jelasnya.

Pada awal pemerintahan, Tjahjo mengingatkan, Presiden Jokowi memutuskan untuk tidak mengganti mobil dinas. Kala itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, mobil dinas masih layak untuk digunakan.

Sebelumnya, pemerintah berencana mengganti mobil dinas para menteri. Selain karena usianya yang nyaris 10 tahun, mobil dinas menteri juga banyak mengalami masalah.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, pengadaan mobil dinas dilakukan karena kondisi kendaraan dinas presiden, wapres, dan menteri sudah tidak layak.

"Kan mobil dinas bapak presiden sudah melebihi waktunya dan mobil itu adalah mobil khusus, contohnya antipeluru dan lain-lain. Dan elektroniknya itu ada umurnya. Jadi ada umur 10 tahun ya sudah. Kalau sudah 10 tahun mungkin juga kalau diperbaiki sulit," kata Heru (22/8). 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.