HETANEWS

Anggota DPD RI Aceng Fikri Kena Razia di Hotel dan 4 Berita Hit Lainnya

Jakarta, hetanews.com - Anggota DPD RI Aceng Fikri kembali memunculkan kontroversi setelah terjaring razia Satpol PP saat berduaan dengan wanita di hotel melati.

Kabar mengejutkan lainnya datang dari pemuda asal Mojokerto, yang akan dikebiri karena kekerasan seksual pada anak yang ia lakukan. Berikut lima berita terpopuler SUARA.com, Jumat (23/8/2019) kemarin:

1. Anggota DPD Aceng Fikri Kena Razia Satpol PP di Hotel Melati Bareng Cewek

Anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI Aceng Fikri terjaring dalam razia yustisi. Aceng Fikri dirazia di hotel melati.

Razia dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019) dini hari. Aceng yang juga mantan Bupati Garut tersebut didapati sedang bersama seorang wanita di sebuah hotel melati, di Kawasan Lengkong, Kota Bandung.

2. WNI Asal Aceh Hancurkan 15 Patung Kuil Hindu Malaysia, Ibunya Menangis

Hendri, pemuda berusia 25 tahun asal Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, ditangkap aparat Kepolisian Diraja Malaysia, karena menghancurkan 15 patung di kuil Hindu.

Ibu kandung pemuda asal Aceh Barat Daya yang ditangkap karena menghancurkan patung di Malaysia meminta pendamping hukum terhadap anaknya.

"Saya berharap anak saya mendapat pendampingan hukum. Saya di sini hanya bisa berdoa agar anak saya dibebaskan dari hukuman," ungkap Jusnaida (50), ibu kandung Hendri, di Banda Aceh, Kamis.

3. Perdana di Indonesia! Aris si Predator Anak Segera Dieksekusi Kebiri

Muhammad Aris, pemuda berusia 21 tahun, menjadi pesakitan kasus asusila pertama yang bakal dihukum kebiri.

Aris adalah pemerkosa 9 anak di bawah umur di Mojokerto. Ia sempat melakukan upaya banding, namun ditolak. Kekinian, kasusnya sudah memunyai kekuatan hukum tetap alias inkracht dan segera dikebiri.

4. Soal Trans Papua, Lukas Enembe: Kami Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

Gubernur Papua, Lukas Enembe, angkat bicara disinggung Najwa Shihab terkait Jalan Trans Papua yang digagas Presiden Joko Widodo.

Menurut Lukas Enembe, orang Papua tidak pernah melewati jalan itu. Sebab, imbuh Lukas, orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan.

5. Twitwar Tengku Zul vs Yunarto Wijaya soal Asing, Ujungnya Puji Soeharto

Perang kicauan alias Twitwar terjadi antara Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain dan bos lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya. Mulanya, Tengku Zul melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @ustadtengkuzul, menyindir kondisi kekinian. Menurutnya, pihak asing memberikan bantuan secuil, tapi meraup selaut.

sumber: suara.com

Editor: sella.