HETANEWS

BMKG Deteksi 584 Titik Panas Indikasi Karhutla Kepung Sumatera Sabtu Pagi Ini

Karhutla masih terus terjadi di Provinsi Riau sehingga kabut asap masih menyelimuti daerah ini hingga Sabtu pagi (24/8/2019). (foto/Yusuf Marpaung)

Riau, hetanews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus mengancam Pulau Sumatera. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sebanyak 584 titik panas yang mengepung Sumatera menjadi indikasi awal karhutla terdeteksi pada Sabtu pagi (24/8/2019).

Data pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB yang dirilis BMKG Stasiun Pekanbaru menunjukan bahwa lumbung titik panas berlokasi di Provinsi Riau, yakni sebanyak 272 titik. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dari kemarin.

“Di Riau jumlahnya naik dari kemarin sore yang sebanyak 112 titik, pagi ini jadi 272 titik,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhila.

Nia mengatakan, selain Riau, provinsi lainnya di Sumatera yang terdapat banyak titik panas di antaranya Jambi sebanyak 128 titik, Sumatera Selatan sebanyak 99 titik, dan Bangka Belitung 41 titik. Kemudian, Lampung 18 titik, Sumatera Barat 11 titik, Kepulauan Riau 11 titik, dan Bengkulu 4 titik.

“Asap dari provinsi tetangga ada peluang mencapai Riau. Tapi karena jaraknya jauh, tidak begitu terasa. Sementara di Riau sendiri banyak terdeteksi titik panas,” katanya.

Nia menjelaskan, dari 272 titik panas di Riau, lokasi paling banyak di Kabupaten Pelalawan dengan 102 titik. Daerah lain antara lain Indragiri Hilir sebanyak 90 titik panas, Bengkalis 35 titik, Indragiri Hulu 17 titik, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kuansing 2 titik, dan Kampar satu titik panas.

Dari jumlah tersebut, ada 192 yang teridentifikasi sebagai titik api. Lokasi paling banyak juga di Pelalawan sebanyak 76 titik, kemudian Indragiri Hulu 60 titik, dan Bengkalis 29 titik. Akibat arah angin berembus dari tenggara ke barat daya, asap karhutla kini mencapai Pekanbaru.

“Asap berasal dari daerah di Tenggara seperti Pelalawan yang banyak titik panas,” katanya.

Sementara berdasarkan pantauan, asap menyelimuti Pekanbaru, Riau cukup pekat pada Sabtu pagi. Data BMKG menyebutkan jarak pandang kini mencapai 1.500 meter. Sementara kualitas udara memburuk mendekati status tidak sehat akibat karhutla.

Informasi yang diperoleh dari Pusdatin Karhutla Provinsi Riau, hingga kini luas areal yang terbakar sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2019 sudah mencapai 5.425 hektare.

sumber: inews.id

Editor: sella.