HETANEWS

Pengakuan Warga, Tanah Galian C Ilegal Milik Pardede Tak Pernah Disumbangkan ke Pembangunan Masjid

Galian C milik marga Pardede ketika beroperasi sebelum digerebek Polres Siantar. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Seorang warga mengaku, bahwa tanah yang diangkut menggunakan dump truk dari galian C milik Pardede, di jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, tidak pernah disumbangkan untuk menimbun bangunan masjid.

Justru, tanah dari pertambangan galian C ilegal tersebut, dijual kepada setiap pemesan yang membutuhkan tanah timbunan.

"Tidak pernah tanah timbunan disumbangkan kepada masjid sama pemilik galian C itu. Untuk menimbun tanah pembangunan masjid, justru membeli," ucap HS, warga yang menetap di sekitar lokasi galian C, Jumat (23/8/2019).

Dengan adanya aktifitas galian C tersebut, HS dan warga lainnya merasa resah. Namun keresahan itu, mereda setelah pihak kepolisian menggerebek lokasi galian C itu, bahkan sampai dua kali.

Lanjut HS, dampak dari galian C tersebut, warga harus memakan debu dari tumpahan tanah, serta jalan menjadi licin dan berlumpur.

"Kita sangat mendukung tindakan kepolisian yang menutup galian C ilegal,"pungkas HS ketika ditanyai.

Baca juga: Dua Kali Digerebek, Polisi Tetapkan Ibu dan Anak Tersangka Kasus Galian C di Tanjung Pinggir

Sekadar diketahui, bulan lalu, galian C diduga illegal milik marga Pardede yang berdiri di atas lahan tanah garapan eks PTPN III Kebun Bangun, di jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, ditertibkan oleh Satreskrim Polres Siantar.

Bahkan Sareskrim telah mengamankan satu unit mobil dump truck, serta alat excavator yang diberi garis police line.

Dari penggerebekan pertama, marga Pardede tidak jerah dan kembali membuka galian C, di dekat pemukiman warga, di jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Saat digrebek polisi, galian C Illegal milik marga Pardede ini masih beroperasi dan mengeruk tanah, lalu memuatnya ke dump truck dengan menggunakan excavator.

Penulis: hza. Editor: gun.